Penelitian ini bertujuan menganalisis kebertahanan pengrajin karawo di Desa Lopo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo. Fokus penelitian meliputi peran perempuan, bentuk kebertahanan, serta faktor pendukung dan penghambat industri karawo. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan berperan penting dalam menjaga karawo sebagai warisan budaya sekaligus sumber penghasilan keluarga. Kebertahanan pengrajin terlihat dari dua aspek, yaitu budaya dan ekonomi. Faktor pendukungnya meliputi kecintaan terhadap karawo, keterampilan, dan solidaritas, sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya pembeli, minimnya dukungan pemerintah, dan rendahnya minat generasi muda. Berdasarkan teori Sistem Sosial Talcott Parsons, pengrajin mampu bertahan melalui adaptasi ekonomi, pelestarian budaya, solidaritas sosial, dan pewarisan keterampilan. Namun, lemahnya regenerasi dan terbatasnya dukungan pemerintah dapat mengancam keberlanjutan industri karawo di masa depan.
Copyrights © 2025