Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika pengasuhan anak dalam lintas perkawinan antara suku Batak Toba dan suku Dayak di Kota Palangka Raya. Fokus penelitian diarahkan untuk menganalisis nilai-nilai budaya, bentuk adaptasi, serta potensi konflik yang muncul dalam praktik pengasuhan anak di keluarga multietnik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang melibatkan tiga pasangan suami istri lintas budaya dan satu tokoh adat Dayak sebagai informan utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan sistem nilai Dalihan Na Tolu (Batak Toba) dan filosofi Lombok Hakapetaki (Dayak) melahirkan proses negosiasi budaya yang dinamis. Konflik yang muncul umumnya berkaitan dengan peran gender, cara mendisiplinkan anak, dan penerapan nilai adat maupun agama. Namun, melalui komunikasi terbuka, musyawarah keluarga, dan adaptasi nilai, pasangan mampu membangun pola pengasuhan hibrid yang seimbang antara hierarki dan kesetaraan, serta menjaga keharmonisan keluarga di tengah keberagaman budaya
Copyrights © 2025