Rukun iman yang pertama yaitu iman kepada Allah diterapkan pada individu yang beragama Islam juga disebut ketauhidan, yang mana dari rukun tersebut membahas tentang keesaan Allah SWT secara bidang keilmuan dengan segala metodologi. Status agama Islam sebagai agama tauhid yang murni atau monoteistik disepakati oleh berbagai kalangan seperti ulama, cendekiawan, dan pemeluknya sendiri. Sifat ketauhidan dalam agama Islam inilah yang membuatnya tidak dapat dicampuri dengan nilai-nilai non tauhid. Tidak hanya dibahas dari segi keilmuan, iman atau ketauhidan sebagai bagian dari iman juga dibahas dari penerapan dalam individu. Pembahasan ini diperlukan karena keimanan dalam diri bisa menjadi sangat fluktuatif dilihat dari keseharian seorang individu dan tantangan atau ujian yang dihadapi seiring keseharian tersebut, bahkan semakin parah jika tidak ada tindakan yang dapat menjaga sekaligus meningkatkan mutu sifat tersebut. Oleh karena itu, pendidikan agama Islam merupakan salah satu tindakan yang fundamental dengan penerimanya yakni generasi muda yang kelak dihadapkan dengan tantangan baik dewasa ini maupun masa depan seperti arus globalisasi yang semakin pesat. Pendidikan agama Islam yang menjaga dan meningkatkan rasa keimanan dan ketauhidan ini memiliki tujuan yang sama dan dilaksanakan bersamaan dengan pendidikan karakter yang sama-sama fundamental, bertujuan untuk menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual adalah seperti alasan utama yang mendasari pernyataan di atas.
Copyrights © 2025