Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penurunan minat generasi muda terhadap seni tradisi serta mendeskripsikan upaya pelestarian yang dilakukan oleh Sanggar Cinangkiak Saiyo di Nagari Sumani. Penelitian ini menggunakan metode kualititatif deskriptif. Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam bersama tiga generasi penari sanggar. Data sekunder diperoleh dari dokumen, profil organisasi serta studi kepustakaan. Analisis data dalam penelitian ini dibedah menggunakan tiga landasan teori utama yaitu, teori pelestarian budaya dari Widjaja, Teori Pewarisan dan Pendidikan Budaya (Vertical Transmission) dari Hermawan, serta teori krisis kebudayaan dari Milan Kundera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis regenerasi pelaku seni di sanggar ini dipicu oleh kuatnya arus teknologi digital, maraknya penggunaan gawai, dan populernya budaya saat ini. Faktor-faktor tersebut mengakibatkan penurunan drastis jumlah anggota aktif secara berkala. Dampak keberlanjutannya adalah proses pewarisan nilai-nilai seni tradisi antargenerasi tidak dapat berjalan secara optimal, sehingga menciptakan keterputusan sejarah budaya lokal di tengah masyarakat Nagari Sumani
Copyrights © 2026