Sampah saat ini merupakan salah satu permasalahan kritis di daerah perkotaaan, salah satunya di Kelurahan Kastela, Kecamatan Ternate Pulau, Kota Ternate. Hal demikian disebabkan oleh pertumbuhan populasi manusia, urbanisasi, dan perubahan pola konsumsi masyarakat yang tidak diiringi dengan pengelolaan sampah yang benar dan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik serta menganalisis faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1.) Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik masih tergolong rendah dan bersifat pasif karena sebagian besar warga hanya terlibat dalam kegiatan kebersihan lingkungan namun belum sampai pada tahap pengelolaan sampah organik secara mandiri dan kolektif, dan 2.) Faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik terdiri dari dua faktor, yaitu: a) faktor pendukung karena adanya budaya gotong-royong warga yang masih kuat, dukungan pemerintah setempat, dan ketersediaan sumber daya organik, dan b) faktor penghambatnya karena keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya pengetahuan teknis, kurangnya pendampingan berkelanjutan dari pemerintah, serta minimnya motivasi ekonomi. Oleh karena itu peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik memerlukan dukungan edukatif, pelatihan berkelanjutan, dan kerja sama antara pemerintah serta masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sustainable.
Copyrights © 2026