The rapid advancement of information technology has driven the emergence of digital healthcare applications that make it easier for the public to access healthcare services remotely. The growing number of available applications creates difficulty for users in identifying the platform most suited to their needs, requiring a multi-criteria decision-making approach that can accommodate uncertainty in user judgments. This study aims to determine criteria weights and identify the best digital healthcare application by integrating the Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Fuzzy AHP) and Fuzzy Weighted Aggregated Sum Product Assessment (Fuzzy WASPAS) methods. Data were collected through a questionnaire distributed to respondents who had used at least two digital healthcare applications, then analyzed using Fuzzy AHP to determine criteria weights and Fuzzy WASPAS to rank the alternatives. The results show that consultation service cost emerged as the most decisive criterion shaping user preference, followed by ease and clarity of information and consultation access speed, while the remaining criteria contributed comparatively less to the overall assessment. Based on the Fuzzy WASPAS ranking, Halodoc consistently emerged as the application with the highest preference, followed in order by Good Doctor, Alodokter, YesDok, and KlikDokter. These findings confirm that integrating Fuzzy AHP and Fuzzy WASPAS offers an objective, representative decision-making framework for both users and developers of digital healthcare services in Indonesia. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi telah mendorong munculnya berbagai aplikasi layanan kesehatan digital yang memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan secara daring. Meningkatnya jumlah alternatif aplikasi menimbulkan kesulitan bagi pengguna dalam menentukan aplikasi yang paling sesuai dengan kebutuhan, sehingga diperlukan pendekatan pengambilan keputusan multikriteria yang mampu mengakomodasi ketidakpastian penilaian pengguna. Penelitian ini bertujuan menentukan bobot kriteria dan memilih aplikasi layanan kesehatan digital terbaik dengan mengintegrasikan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Fuzzy AHP) dan Fuzzy Weighted Aggregated Sum Product Assessment (Fuzzy WASPAS). Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden yang telah menggunakan minimal dua aplikasi layanan kesehatan digital, kemudian dianalisis menggunakan Fuzzy AHP untuk menentukan bobot kepentingan kriteria dan Fuzzy WASPAS untuk memeringkat alternatif aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek biaya layanan konsultasi menjadi kriteria yang paling menentukan preferensi pengguna, diikuti oleh kemudahan dan kejelasan informasi serta kecepatan akses konsultasi, sementara kriteria lain memberikan kontribusi yang relatif lebih kecil terhadap penilaian keseluruhan. Berdasarkan pemeringkatan Fuzzy WASPAS, Halodoc secara konsisten unggul sebagai aplikasi dengan tingkat preferensi tertinggi, diikuti oleh Good Doctor, Alodokter, YesDok, dan KlikDokter secara berurutan. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi Fuzzy AHP dan Fuzzy WASPAS mampu memberikan kerangka pengambilan keputusan yang objektif dan representatif, baik bagi pengguna maupun pengembang layanan kesehatan digital di Indonesia.
Copyrights © 2026