Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Guru dalam Menggunakan Wolfram Cloud dalam Pembelajaran Matematika Dwi Nur Yunianti; Raden Sulaiman; Yuliani Puji Astuti; Budi Priyo Prawoto; Rudianto Artiono
Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v5i2.3103

Abstract

Penggunaan wolfram cloud diperlukan untuk mendukung keefektifan pembelajaran matematika selama masa pandemi Covid-19. Software ini dapat digunakan tidak hanya untuk menggambar grafik, visualisasi suara, menganalisa model bidang 3D tetapi juga dalam menyelesaikan permasalahan terkait kalkulus seperti persamaan kuadrat, turunan dan integral. Berdasarkan wawancara dengan beberapa guru matematika di MTsN 3 Jombang, 70% guru belum pernah menggunakan aplikasi wolfram cloud. Oleh karena itu mengingat pentingnya kompetensi guru dalam menguasai teknologi pada suatu pembelajaran maka kegiatan pelatihan wolfram cloud ini perlu diadakan. Berdasarkan hasil pre test dan posttest, terjadi peningkatan pemahaman tentang konsep persamaan kuadrat dan wolfram cloud yaitu dari rata-rata 41,4 menjadi 76,1. Selain itu, seluruh peserta pelatihan menyatakan kegiatan dapat menambah pemahaman terkait wolfram cloud dengan skor 4.46 (skala 5) dan dapat digunakan untuk pembelajaran matematika berbasis TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) di sekolah dengan skor 4.23 (skala 5).
Implementasi FCM-ANFIS dalam Prediksi Tingkat Inflasi di Indonesia Nur Fathiah; Dwi Nur Yunianti
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v13n3.p604-616

Abstract

Tingkat inflasi yang tinggi masih menjadi permasalahan ekonomi yang harus dihadapi negara berkembang, seperti Indonesia. Inflasi adalah suatu kondisi harga barang-barang secara umum mengalami kenaikan dan berlangsung secara terus-menerus serta saling mempengaruhi. Inflasi memiliki dampak signifikan pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, seperti penurunan daya beli masyarakat, meningkatnya pengangguran, merosotnya pertumbuhan ekonomi, dan ketidaksetaraan sosial. Ada beberapa faktor penyebab inflasi di Indonesia, diantaranya adalah jumlah uang beredar, suku bunga, dan nilai tukar rupiah. Prediksi diperlukan dalam proses pengambilan keputusan karena dapat memberikan dasar untuk perencanaan dan keputusan dalam meningkatkan keuntungan atau mencegah kerugian. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam prediksi adalah metode Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS). Metode ANFIS merupakan metode gabungan dari jaringan saraf tiruan dan logika fuzzy. Ada dua parameter dalam metode ANFIS, yaitu parameter premis dan parameter konsekuen. Dalam penelitian ini, parameter premis diperoleh dengan menggunakan Fuzzy C-Means (FCM). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memprediksi tingkat inflasi di Indonesia menggunakan FCM-ANFIS, dengan tujuan memperoleh hasil prediksi yang lebih akurat. Pengelompokkan data dengan FCM menghasilkan 4 cluster, dengan cluster 1 terdiri dari 38 bulan, cluster 2 terdiri dari 19 bulan, cluster 3 terdiri dari 29 bulan, dan cluster 4 terdiri dari 39 bulan. Proses prediksi tingkat inflasi dengan menggunakan FCM-ANFIS menghasilkan nilai RMSE sebesar 0,3645, sehingga implementasi FCM-ANFIS cukup baik dalam prediksi tingkat inflasi di Indonesia.
PEMILIHAN PRODUK SEMEN TERBAIK DENGAN METODE FUZZY ELECTRE (ELIMINATION ET CHOIX TRADUISANT LA REALITÉ) Fatchur Rochmah; Dwi Nur Yunianti
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v14n1.p201 - 211

Abstract

Semen merupakan bahan pengikat utama dalam campuran beton yang berperan penting terhadap kekuatan tekan, daya rekat, dan ketahanan konstruksi bangunan. Pemilihan produk semen yang tepat menjadi faktor penting untuk menjamin kualitas konstruksi, namun keputusan di lapangan sering kali hanya didasarkan pada harga tanpa mempertimbangkan aspek teknis maupun non-teknis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan produk semen terbaik di Indonesia menggunakan metode Fuzzy ELECTRE ( Elimination et Choix Traduisant la Réalité ) sebagai pendekatan pengambilan keputusan multikriteria. Metode ini menggabungkan konsep outranking pada ELECTRE dengan logika fuzzy untuk menyelesaikan penyelesaian dalam penilaian. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari 20 responden yang berpengalaman di bidang konstruksi melalui penyebaran kuesioner. Empat merek semen yang digunakan sebagai alternatif yaitu Semen Gresik, Semen Tonasa, Semen Dynamix, dan Semen Conch, dengan tujuh kriteria penilaian meliputi cepat kering, daya tahan terhadap cuaca, kerekatan, pengemasan, harga, ketersediaan produk, dan kekuatan tekan. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode Fuzzy ELECTRE, diperoleh bahwa Semen Gresik menjadi produk semen terbaik dengan skor tertinggi sebesar 14.36, diikuti oleh Semen Dynamix dengan skor 11.00, Semen Tonasa dengan skor 3.28, dan Semen Conch dengan skor −3.00. Hasil ini menunjukkan bahwa Semen Gresik memiliki kinerja paling unggul pada sebagian besar kriteria teknis dan non-teknis, sehingga layak dijadikan rekomendasi utama dalam pemilihan produk semen terbaik untuk meningkatkan kualitas konstruksi di Indonesia. Kata Kunci: Semen, Kualitas Konstruksi, Sistem Pendukung Keputusan, Fuzzy ELECTRE, Pengambilan Keputusan Multi Kriteria.
Implementasi Metode FCM Dan SAW dalam Pengelompokan dan Pemilihan Daerah Perkebunan Biofarmaka (Rimpang) Terbaik di Jawa Barat Nabilah 'Afaaf; Dwi Nur Yunianti
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v14n1.p212 - 226

Abstract

Tanaman biofarmaka jenis rimpang seperti jahe, lengkuas, kunyit, dan kencur memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Provinsi Jawa Barat, namun diperlukan analisis kesesuaian wilayah yang tepat. Penelitian ini menerapkan metode Fuzzy C-Means (FCM) untuk mengelompokkan daerah berdasarkan ketinggian, suhu, kelembapan, kecepatan angin, curah hujan, dan penyinaran matahari, serta metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk memberikan penilaian dan pemeringkatan guna menunjukkan daerah dengan hasil perkebunan biofarmaka rimpang terbaik pada setiap klaster berdasarkan kriteria luas panen dan jumlah produksi. Metode FCM diuji dengan jumlah klaster 2, 3, dan 4 menggunakan indeks Xie-Beni untuk memperoleh klaster optimal. Hasil terbaik diperoleh pada klaster 2 dengan nilai Xie-Beni sebesar 0,0551899560, yang menghasilkan dua zona utama, yaitu Zona Tropis Tinggi Lembap Tenang Hujan Sedang Cerah dan Zona Tropis Rendah Sangat Lembap Tenang Hujan Tinggi Teduh. Hasil analisis menunjukkan bahwa Zona Tropis Tinggi Lembap Tenang Hujan Sedang Cerah paling sesuai untuk pengembangan tanaman jahe, lengkuas, kunyit, dan kencur, dengan daerah terbaik berdasarkan metode SAW adalah Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang. Sementara itu, Zona Tropis Rendah Sangat Lembap Tenang Hujan Tinggi Teduh paling sesuai untuk pengembangan tanaman kencur, dengan daerah terbaik yaitu Kabupaten Subang. Kata kunci: Fuzzy C-Means, Simple Additive Weighting, Biofarmaka rimpang, Pengelompokan, Pemilihan daerah terbaik
PEMILIHAN TRANSPORTASI UMUM TERBAIK PADA TRAYEK TERMINAL JOYOBOYO SAMPAI PUSAT KOTA SURABAYA DENGAN METODE FUZZY INTUSIONISTIK SWARA-COPRAS Annisa Ika Puspitasari; Dwi Nur Yunianti
MATHunesa: Jurnal Ilmiah Matematika Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathunesa.v14n1.p150-164

Abstract

Abstrak Transportasi umum berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat perkotaan, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan efisiensi perjalanan. Keberagaman moda transportasi di Kota Surabaya menimbulkan kebutuhan akan evaluasi yang objektif agar masyarakat memiliki referensi yang jelas dalam memilih moda transportasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan menentukan moda transportasi umum terbaik pada trayek Terminal Joyoboyo–Pusat Kota Surabaya dengan menggunakan metode Fuzzy Intuitionistic SWARA-COPRAS. Metode ini digunakan karena mampu mengakomodasi ketidakpastian penilaian responden serta memberikan pembobotan kriteria yang lebih objektif. Data penelitian diperoleh dari penilaian responden terhadap 13 kriteria, antara lain kemudahan pembayaran digital, keamanan perjalanan, ketepatan waktu, tarif, fasilitas, catatan kecelakaan, keandalan pengemudi, aksesibilitas, kapasitas, kepadatan, dampak lingkungan, kecepatan, serta integrasi dengan sistem lain. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemudahan pembayaran digital (0,08048), keamanan perjalanan (0,07984), dan ketepatan waktu (0,07944) merupakan kriteria dengan bobot tertinggi, sedangkan integrasi dengan sistem lain (0,07100) memiliki bobot terendah. Berdasarkan hasil perhitungan COPRAS, alternatif Bus Suroboyo menempati peringkat pertama dengan nilai utilitas 100%, disusul Feeder Wira-Wiri (97,7%), Trans Semanggi (95,2%), dan Bus Tumpuk Suroboyo (92%). Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi masyarakat dalam memilih moda transportasi umum terbaik di Surabaya. Kata Kunci: : Fuzzy Intusionistik SWARA-COPRAS, Transportasi Umum, Kepentingan Kriteria, Pengurutan Alternatif. Abstract Public transportation plays an important role in supporting urban mobility, reducing traffic congestion, and improving travel efficiency. The diversity of public transportation modes in Surabaya creates the need for an objective evaluation so that society has a clear reference in selecting the most suitable mode of transport. This study aims to determine the best public transportation mode on the Joyoboyo Terminal–City Center Surabaya route using the Fuzzy Intuitionistic SWARA-COPRAS method. This method was selected because it accommodates uncertainty in respondents’ assessments and provides more objective weighting of criteria. The data were collected from respondents’ evaluations of 13 criteria, including digital payment convenience, travel safety, punctuality, fare, facilities, accident records, driver reliability, accessibility, passenger capacity, passenger density, environmental impact, travel speed, and system integration. The results indicate that the highest weights are assigned to digital payment convenience (0.08048), travel safety (0.07984), and punctuality (0.07944), while system integration (0.07100) has the lowest weight. Based on the COPRAS calculation, Bus Suroboyo ranked first with a utility degree of 100%, followed by Feeder Wira-Wiri (97.7%), Trans Semanggi (95.2%), and Bus Tumpuk Suroboyo (92%). Therefore, this study not only provides an academic contribution but also serves as a valuable reference for society in selecting the most effective public transportation mode in Surabaya. Keywords: Fuzzy Intuitionistic SWARA-COPRAS, Public Transportation, Criteria Importance, Alternative Ranking.
PENENTUAN WISATA SEJARAH TERBAIK DI YOGYAKARTA MENGGUNAKAN METODE TRAPEZOIDAL FUZZY AHP DAN FUZZY EDAS Dea Ananda; Dwi Nur Yunianti
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.13811

Abstract

Yogyakarta is one of Indonesia's leading historical tourism destinations, offering numerous heritage attractions with diverse characteristics. The large number of available destinations often makes it difficult for tourists to select the most suitable attraction because multiple criteria, including entrance fee, service quality, physical condition, facility completeness, visitor comfort, and cleanliness, must be considered simultaneously. Furthermore, tourists' evaluations are generally subjective and involve uncertainty, requiring a decision-making approach capable of handling such conditions. This study aims to determine the best historical tourism destination in Yogyakarta by integrating the Trapezoidal Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Trapezoidal Fuzzy AHP) and Fuzzy Evaluation based on Distance from Average Solution (Fuzzy EDAS) methods. A quantitative approach was employed using primary data collected through questionnaires distributed to 100 respondents, resulting in 246 evaluations of five historical tourist attractions. Trapezoidal Fuzzy AHP was applied to determine the weights of six evaluation criteria, while Fuzzy EDAS was used to rank the alternatives. The results indicate that facility completeness, visitor comfort, and cleanliness are the most important criteria, each obtaining a weight of 0.24487, followed by physical condition (0.21399), entrance fee (0.02965), and service quality (0.02175). Based on the ranking results, Museum Sonobudoyo achieved the highest appraisal score of 1.0000, making it the recommended historical tourism destination in Yogyakarta. The integration of Trapezoidal Fuzzy AHP and Fuzzy EDAS proved to provide a systematic, objective, and reliable decision-making approach capable of accommodating uncertainty in respondents' assessments. ABSTRAK Yogyakarta merupakan salah satu destinasi wisata sejarah utama di Indonesia yang memiliki beragam objek wisata dengan karakteristik berbeda. Banyaknya alternatif objek wisata menyebabkan wisatawan sering mengalami kesulitan dalam menentukan destinasi yang paling sesuai karena harus mempertimbangkan berbagai kriteria, seperti harga tiket masuk, pelayanan, kondisi fisik objek wisata, kelengkapan fasilitas, kenyamanan pengunjung, dan kebersihan. Selain itu, penilaian wisatawan umumnya bersifat subjektif dan mengandung ketidakpastian sehingga memerlukan pendekatan pengambilan keputusan yang mampu mengakomodasi kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan menentukan rekomendasi objek wisata sejarah terbaik di Kota Yogyakarta menggunakan kombinasi metode Trapezoidal Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Trapezoidal Fuzzy AHP) dan Fuzzy Evaluation based on Distance from Average Solution (Fuzzy EDAS). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang menghasilkan 246 data penilaian terhadap lima objek wisata sejarah. Metode Trapezoidal Fuzzy AHP digunakan untuk menentukan bobot enam kriteria penilaian, sedangkan Fuzzy EDAS digunakan untuk melakukan pemeringkatan alternatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria kelengkapan fasilitas, kenyamanan pengunjung, dan kebersihan objek wisata memiliki bobot tertinggi masing-masing sebesar 0,24487, diikuti kondisi fisik objek wisata (0,21399), harga tiket masuk (0,02965), dan pelayanan (0,02175). Berdasarkan hasil pemeringkatan, Museum Sonobudoyo memperoleh nilai appraisal score tertinggi sebesar 1,0000, sehingga direkomendasikan sebagai objek wisata sejarah terbaik di Kota Yogyakarta. Kombinasi metode Trapezoidal Fuzzy AHP dan Fuzzy EDAS terbukti mampu menghasilkan proses pengambilan keputusan yang sistematis, objektif, dan mampu mengakomodasi ketidakpastian penilaian responden.
PEMILIHAN APLIKASI LAYANAN KESEHATAN DIGITAL TERBAIK MENGGUNAKAN METODE FUZZY AHP DAN FUZZY WASPAS Jinani Firdausiah; Dwi Nur Yunianti
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.13814

Abstract

The rapid advancement of information technology has driven the emergence of digital healthcare applications that make it easier for the public to access healthcare services remotely. The growing number of available applications creates difficulty for users in identifying the platform most suited to their needs, requiring a multi-criteria decision-making approach that can accommodate uncertainty in user judgments. This study aims to determine criteria weights and identify the best digital healthcare application by integrating the Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Fuzzy AHP) and Fuzzy Weighted Aggregated Sum Product Assessment (Fuzzy WASPAS) methods. Data were collected through a questionnaire distributed to respondents who had used at least two digital healthcare applications, then analyzed using Fuzzy AHP to determine criteria weights and Fuzzy WASPAS to rank the alternatives. The results show that consultation service cost emerged as the most decisive criterion shaping user preference, followed by ease and clarity of information and consultation access speed, while the remaining criteria contributed comparatively less to the overall assessment. Based on the Fuzzy WASPAS ranking, Halodoc consistently emerged as the application with the highest preference, followed in order by Good Doctor, Alodokter, YesDok, and KlikDokter. These findings confirm that integrating Fuzzy AHP and Fuzzy WASPAS offers an objective, representative decision-making framework for both users and developers of digital healthcare services in Indonesia. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi telah mendorong munculnya berbagai aplikasi layanan kesehatan digital yang memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan secara daring. Meningkatnya jumlah alternatif aplikasi menimbulkan kesulitan bagi pengguna dalam menentukan aplikasi yang paling sesuai dengan kebutuhan, sehingga diperlukan pendekatan pengambilan keputusan multikriteria yang mampu mengakomodasi ketidakpastian penilaian pengguna. Penelitian ini bertujuan menentukan bobot kriteria dan memilih aplikasi layanan kesehatan digital terbaik dengan mengintegrasikan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Fuzzy AHP) dan Fuzzy Weighted Aggregated Sum Product Assessment (Fuzzy WASPAS). Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden yang telah menggunakan minimal dua aplikasi layanan kesehatan digital, kemudian dianalisis menggunakan Fuzzy AHP untuk menentukan bobot kepentingan kriteria dan Fuzzy WASPAS untuk memeringkat alternatif aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek biaya layanan konsultasi menjadi kriteria yang paling menentukan preferensi pengguna, diikuti oleh kemudahan dan kejelasan informasi serta kecepatan akses konsultasi, sementara kriteria lain memberikan kontribusi yang relatif lebih kecil terhadap penilaian keseluruhan. Berdasarkan pemeringkatan Fuzzy WASPAS, Halodoc secara konsisten unggul sebagai aplikasi dengan tingkat preferensi tertinggi, diikuti oleh Good Doctor, Alodokter, YesDok, dan KlikDokter secara berurutan. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi Fuzzy AHP dan Fuzzy WASPAS mampu memberikan kerangka pengambilan keputusan yang objektif dan representatif, baik bagi pengguna maupun pengembang layanan kesehatan digital di Indonesia.
PEMILIHAN APLIKASI LAYANAN SUBSCRIPTION VIDEO ON DEMAND (SVOD) TERBAIK MENGGUNAKAN METODE AHP-FUZZY INTUISIONISTIK TOPSIS Bestina Flizta Syarifah; Dwi Nur Yunianti
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.13935

Abstract

Subscription Video on Demand (SVOD) applications are internet-based services that provide various video contents through a subscription system. The large number of available SVOD applications requires users to weigh multiple competing criteria in selecting the most suitable application, calling for a multi-criteria decision-making approach capable of accommodating uncertainty and hesitation in user judgments. This study aims to determine the weight of each criterion and the ranking results of the alternatives using the AHP-Intuitionistic Fuzzy TOPSIS method. The SVOD alternatives evaluated are Netflix, Disney+, Vidio, Viu, and WeTV, assessed against payment method convenience, subscription cost, content variety, additional feature completeness, ease of application use, and video streaming quality. Data were collected through an online questionnaire distributed via JotForm to 100 respondents. The AHP results show the criteria priority order as video streaming quality (0.2193), additional feature completeness (0.1884), subscription cost (0.1692), ease of application use (0.1621), content variety (0.1565), and payment method convenience (0.1045). The Intuitionistic Fuzzy TOPSIS results show that Netflix ranks first with the highest closeness coefficient of 0.5017168, outperforming the other alternatives due to its performance being closest to the ideal solution on the highest-weighted criterion, video streaming quality, followed by Viu, Vidio, WeTV, and Disney+. ABSTRAK Aplikasi layanan Subscription Video on Demand (SVOD) merupakan layanan berbasis internet yang menyediakan berbagai konten video melalui sistem berlangganan. Banyaknya pilihan aplikasi layanan SVOD menyebabkan pengguna perlu mempertimbangkan berbagai kriteria yang saling bersaing dalam menentukan aplikasi terbaik, sehingga diperlukan pendekatan pengambilan keputusan multikriteria yang mampu mengakomodasi ketidakpastian dan keraguan penilaian pengguna. Penelitian ini bertujuan mengetahui bobot setiap kriteria serta hasil pemeringkatan alternatif menggunakan metode AHP-Fuzzy intuisionistik TOPSIS. Alternatif aplikasi layanan SVOD yang digunakan yaitu Netflix, Disney+, Vidio, Viu, dan WeTV, dengan kriteria meliputi kemudahan metode pembayaran, biaya berlangganan, variasi pilihan konten, kelengkapan fitur tambahan, kemudahan penggunaan aplikasi, dan kualitas pemutaran video. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring menggunakan JotForm terhadap 100 responden. Hasil AHP menunjukkan urutan prioritas kriteria adalah kualitas pemutaran video (0,2193), kelengkapan fitur tambahan (0,1884), biaya berlangganan (0,1692), kemudahan penggunaan aplikasi (0,1621), variasi pilihan konten (0,1565), dan kemudahan metode pembayaran (0,1045). Hasil Fuzzy Intuisionistik TOPSIS menunjukkan Netflix menempati peringkat pertama dengan koefisien kedekatan relatif tertinggi sebesar 0,5017168, unggul karena performanya paling mendekati solusi ideal pada kriteria berbobot terbesar, yaitu kualitas pemutaran video, diikuti oleh Viu, Vidio, WeTV, dan Disney+.
Perceived Ease Of Use As An Intervening Factor In Students’ Perceptions Of Learning Outcomes When Completing Assignments Via An AI Chatbot Rahmawati Erma Standsyah; Raden Sulaiman; Dwi Nur Yunianti; Farhan Halim Sentosa; Nabila Agatha Parsa
Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mathline.v10i4.1043

Abstract

ABSTRACT   The use of AI-based technologies is increasingly widespread among students, particularly to facilitate assignments and understanding of course materials. Inappropriate use by students can have a negative impact on the future of the country. The objective of this research is therefore to examine the extent to which personal and environmental factors influence students' perceptions of learning outcomes when completing homework, considering the perceived ease of use of Chatbot AI as an intervening construct. In accordance with the TAM and UTAUT frameworks, perceived ease of use acts as an intervening variable that links the influence of personal and environmental factors on learning outcomes. A quantitative methodology, based on SEM-PLS, was used, involving 154 students from SMA/SMK in Surabaya and the surrounding areas. Based on gender, female respondents were 77.9% and male respondents were 22.1%. The validity and reliability of the research instrument were tested. The direct relationship between personal and environmental factors on students' perceived learning outcomes was found to be insignificant (p = 0.277), However, however, each factor is individually significant but the mediating effect is weak and insignificant. This means that students' personal and environmental factors alone do not improve their perception of their learning outcomes, as they feel that the results of AI chatbots do not reflect their own understanding. They consider learning successful only when it involves personal effort. However, when these factors influence perceived ease of use, this ease of use becomes the determining factor in how students evaluate their learning process.