Adolescent mental health in the city of Surabaya is a growing concern because it is shaped by numerous interrelated criteria, requiring a method capable of uncovering causal relationships among these criteria while pinpointing the most influential one. This study employed a quantitative approach using the fuzzy Decision Making Trial and Evaluation Laboratory (fuzzy DEMATEL) method to analyze nine criteria presumed to affect the mental health of senior high school students, namely self-confidence, stress-management ability, family emotional support, parenting style, academic pressure, competitive environment, peer support, bullying, and social media use. Data were collected through an online questionnaire distributed to high school students in Surabaya and processed through eight stages of fuzzy DEMATEL. The analysis revealed that self-confidence emerged as the most central criterion, showing a stronger interconnection with the other criteria than any of them, followed closely by bullying, which also played a substantial role. Self-confidence, together with academic pressure, competitive environment, peer support, and social media use, was identified as belonging to the cause group that exerts greater influence on other criteria, whereas stress-management ability, family emotional support, parenting style, and bullying fell into the effect group. These findings indicate that strengthening students' self-confidence should be a primary focus of school-based efforts to safeguard adolescent mental health. ABSTRAK Kesehatan mental remaja di Kota Surabaya menjadi perhatian karena dipengaruhi oleh berbagai kriteria yang saling berkaitan secara kompleks, sehingga diperlukan metode yang dapat mengungkap hubungan sebab-akibat di antara kriteria tersebut sekaligus menentukan kriteria yang paling berpengaruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode fuzzy Decision Making Trial and Evaluation Laboratory (fuzzy DEMATEL) untuk menganalisis sembilan kriteria yang diduga memengaruhi kesehatan mental siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), yaitu kepercayaan diri, kemampuan mengelola stres, dukungan emosional keluarga, pola asuh orang tua, tekanan akademik, lingkungan kompetitif, dukungan teman sebaya, bullying, dan penggunaan media sosial. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dari siswa SMA di Kota Surabaya dan diolah melalui delapan tahapan fuzzy DEMATEL. Hasil analisis mengungkap bahwa kepercayaan diri tampil sebagai kriteria paling sentral, dengan tingkat keterkaitan terhadap kriteria lain yang melampaui kriteria-kriteria lainnya, diikuti oleh bullying yang juga menunjukkan peran penting. Kepercayaan diri, bersama tekanan akademik, lingkungan kompetitif, dukungan teman sebaya, dan penggunaan media sosial, teridentifikasi sebagai kelompok kriteria sebab yang lebih banyak memberi pengaruh, sedangkan kemampuan mengelola stres, dukungan emosional keluarga, pola asuh orang tua, dan bullying termasuk kelompok akibat. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kepercayaan diri siswa perlu menjadi fokus utama upaya menjaga kesehatan mental remaja di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026