Kelompok Tani Landia Saiyo Sahati menghadapi permasalahan tingginya biaya pemupukan akibat ketergantungan terhadap pupuk kimia, rendahnya pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bahan baku pupuk organik, serta belum optimalnya penerapan teknologi digital dalam budidaya tanaman. Kondisi tersebut menyebabkan biaya produksi meningkat dan efisiensi pemupukan belum maksimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam memproduksi pupuk organik cair (POC) berbahan baku lokal secara mandiri serta menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mendukung pemupukan dan penyiraman yang lebih tepat sasaran. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, penyuluhan, pelatihan pembuatan POC, demonstrasi penggunaan sistem IoT berbasis ESP32 yang terintegrasi dengan sensor kelembapan tanah, instalasi perangkat pada lahan pertanian seluas 3.000 m², serta pendampingan dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test terhadap 20 anggota kelompok tani selama tiga bulan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar 85%, penurunan biaya pembelian pupuk sebesar 35% melalui produksi POC secara mandiri, peningkatan ketepatan waktu pemupukan dan penyiraman hingga 90%, serta peningkatan produktivitas tanaman rata-rata sebesar 18% dibandingkan sebelum program dilaksanakan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kemandirian petani dalam penyediaan pupuk, mendorong pemanfaatan teknologi IoT pada budidaya tanaman, serta meningkatkan efisiensi biaya dan produktivitas lahan. Model pemberdayaan yang diterapkan berpotensi direplikasi pada kelompok tani lainnya sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan berbasis teknologi dan sumber daya lokal.
Copyrights © 2026