Abstrak: Penggunaan e-modul dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di jenjang SMP semakin meningkat seiring dengan transformasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan dan kebutuhan e-modul teks eksplanasi berdasarkan perspektif guru dan murid serta merumuskan pendekatan strategis yang relevan untuk murid digital natives. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari 25 guru Bahasa Indonesia dan 118 murid SMP negeri dan swasta yang sudah menerapkan pembelajaran digital di sekolah. Data diperoleh melalui angket, wawancara, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dengan teknik triangulasi sumber untuk menjamin validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain beban kognitif murid yang relatif tinggi akibat penyajian materi yang padat, pendekatan pembelajaran yang terbatas dan belum mendorong keterlibatan kognitif murid, serta ketidaksesuaian desain e-modul dengan karakteristik belajar digital natives. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan pendekatan strategis pengembangan e-modul yang berlandaskan pada pendekatan pembelajaran mendalam dan teori beban kognitif. Pendekatan ini menekankan pentingnya pengelolaan beban kognitif, penyajian aktivitas yang mendorong penalaran kausal, serta perancangan pendekatan pembelajaran yang bermakna. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa perumusan pendekatan strategis berbasis pedagogis merupakan langkah penting untuk mengoptimalkan fungsi e-modul sebagai sarana pembelajaran Bahasa Indonesia yang mendukung pemahaman konseptual dan pembelajaran mendalam di SMP.
Copyrights © 2026