Desa Sukaharja, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya memiliki populasi ternak kambing yang signifikan serta potensi komoditas pepaya yang melimpah. Namun, limbah kotoran kambing dan buah pepaya afkir belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berisiko mencemari lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah lokal tersebut menjadi pupuk kompos komersial berkualitas yang disebut Kompos Koya (Kotoran Kambing-Pepaya). Metode pelaksanaan meliputi tahapan perizinan, pembuatan dekomposer Mikroorganisme Lokal (MOL) dari buah pepaya, penggilingan kotoran kambing, pencampuran dan fermentasi selama 4 minggu, serta sosialisasi secara door-to-door menggunakan media brosur dan X-banner. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengolahan berhasil memproduksi pupuk organik dengan tekstur gembur, berwarna coklat kehitaman, tidak berbau afkir, serta siap guna. Sebanyak 16 kemasan produk Kompos Koya ukuran 3 kg berhasil diproduksi dan didistribusikan kepada peternak dan petani setempat. Kesimpulannya, program PkM ini berhasil mengedukasi masyarakat dalam menekan pencemaran lingkungan akibat bau kotoran ternak, sekaligus memberikan alternatif substitusi pupuk kimia melalui konsep pertanian terpadu.
Copyrights © 2026