Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas III SD Negeri 23 Meulaboh pada pembelajaran Pendidikan Pancasila. Kemampuan pemecahan masalah dianalisis berdasarkan tahapan Polya, yaitu memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, dan memeriksa kembali hasil penyelesaian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 18 siswa kelas III SD Negeri 23 Meulaboh yang terdiri atas 11 siswa perempuan dan 7 siswa laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem based learning mampu membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah pada pembelajaran Pendidikan Pancasila. Sebagian besar siswa telah mampu memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan penyelesaian, serta memeriksa kembali hasil penyelesaian, meskipun tingkat kemampuan setiap siswa berbeda. Siswa dengan kategori kemampuan tinggi mampu memenuhi seluruh tahapan pemecahan masalah secara sistematis dan mandiri. Siswa kategori sedang telah mampu memahami masalah dan melaksanakan sebagian besar tahapan, namun masih memerlukan bimbingan pada tahap memeriksa kembali. Sementara itu, siswa kategori rendah masih mengalami kesulitan dalam memahami masalah, menyusun rencana, dan memberikan kesimpulan. Hasil observasi dan wawancara juga menunjukkan bahwa model Problem based learning mendorong siswa lebih aktif berdiskusi, berpikir kritis, bekerja sama, dan berani mengemukakan pendapat dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penerapan model Problem based learning memberikan dampak positif terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila.
Copyrights © 2026