Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang perlu dilestarikan melalui berbagai kegiatan edukatif, termasuk pada pendidikan anak usia dini. Guru dan orang tua memiliki peran strategis sebagai mediator dalam mengenalkan nilai-nilai budaya kepada anak, tetapi permasalahannya, peranan tersebut belum didukung dengan keterampilan membatik yang memadai. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan batik kepret berbasis sapu lidi kepada guru dan orang tua murid PAUD sebagai upaya meningkatkan keterampilan membatik serta mendukung pelestarian budaya batik pada pendidikan anak usia dini. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2025 di PAUD Bambim Baitul Muttaqien, Kota Bandung, dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas guru dan orang tua murid. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi, praktik, pendampingan, dan evaluasi menggunakan lembar observasi terstruktur. Hasil observasi menunjukkan bahwa 66,7% peserta mampu menyelesaikan karya batik secara mandiri, 73,3% menghasilkan karya dengan kategori baik hingga sangat baik, dan 90,0% menunjukkan partisipasi aktif selama pelatihan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa teknik batik kepret berbasis sapu lidi mudah dipelajari oleh peserta pemula karena menggunakan alat yang sederhana, ekonomis, dan mudah diperoleh. Kegiatan ini juga berpotensi mendukung pelestarian budaya batik melalui pemberdayaan guru dan orang tua sebagai fasilitator pembelajaran budaya di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Copyrights © 2026