Proses seleksi penerima program beasiswa di SMKS Laboratorium Indonesia masih dilakukan secara konvensional sehingga berpotensi menimbulkan subjektivitas, kurangnya transparansi, serta membutuhkan waktu yang relatif lama dalam menentukan calon penerima beasiswa. Permasalahan tersebut menunjukkan perlunya suatu sistem yang mampu membantu proses pengambilan keputusan secara objektif, terukur, dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis website dengan membandingkan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) dalam proses pemilihan penerima beasiswa. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, survei, wawancara, dan studi pustaka untuk memperoleh kebutuhan sistem, sedangkan pengembangan perangkat lunak menggunakan model Waterfall yang terdiri atas tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Metode AHP diterapkan untuk menentukan bobot prioritas setiap kriteria melalui perbandingan berpasangan, sedangkan metode TOPSIS digunakan untuk melakukan proses perangkingan alternatif berdasarkan kedekatan terhadap solusi ideal positif dan jarak terhadap solusi ideal negatif. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu mengotomatisasi proses seleksi beasiswa, menghasilkan perhitungan yang konsisten, serta menyajikan hasil perangkingan secara cepat dan transparan. Berdasarkan hasil perbandingan, metode TOPSIS memberikan hasil perangkingan yang lebih representatif karena mempertimbangkan kedekatan alternatif terhadap solusi ideal sehingga lebih sesuai diterapkan pada proses seleksi penerima beasiswa. Sistem yang dikembangkan diharapkan dapat membantu pihak sekolah meningkatkan objektivitas, akurasi, dan efisiensi dalam proses pengambilan keputusan penerima beasiswa.
Copyrights © 2026