Desa Julah sebagai desa Bali Mula masih menghadapi hambatan pada optimalisasi Sapta Pesona, tata kelola lingkungan wisata, serta pengembangan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya, sehingga potensi desanya belum berkembang secara maksimal. Akan tetapi, hasil observasi awal dan wawancara bersama dengan Pokdarwis dan Karang Taruna Desa Julah menunjukkan bahwa Desa Julah masih mengalami kendala. Pengabdian ini bertujuan menganalisis kebutuhan penguatan desa wisata, merancang strategi Smart Ethno Edutourism, dan mengevaluasi efektivitas implementasinya dalam meningkatkan kapasitas masyarakat. Subjek terdiri atas 40 peserta (20 Pokdarwis dan 20 Karang Taruna) melalui desain quasi experiment pretest posttest. Data diperoleh melalui tes dan wawancara. Hasil Pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman Sapta Pesona, kemampuan mengembangkan ekonomi kreatif, kesadaran pelestarian budaya, serta partisipasi dalam tata kelola lingkungan. Peserta mampu menghasilkan rencana aksi wisata, inovasi produk kreatif seperti tenun dan ingka, serta dokumentasi budaya berbasis digital. Secara keseluruhan, strategi Smart Ethno Edutourism efektif memperkuat aspek sosial, manajerial, dan budaya. Implikasi Pengabdian menegaskan bahwa model ini layak direplikasi sebagai pendekatan berkelanjutan dalam pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2025