Kadek Adrian Surya Indra Wirawan
Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Trilingual Animated Videos Based on Balinese Fables for Enhancing Elementary Students’ Listening Literacy Kadek Adrian Surya Indra Wirawan; Ida Bagus Putrayasa; Ni Ketut Desia Tristiantari; I Gusti Ayu Agung Manik Wulandari; Ida Bagus Kade Sudika Puja; Ketut Mita Widiastrini; Putu Ayu Nopitayanti
International Journal of Language and Literature Vol. 9 No. 4 (2025): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijll.v9i4.113979

Abstract

The low level of literacy among elementary school students, particularly in listening skills, remains a significant challenge in education. Conventional text-based learning tends to be less engaging and has not adequately addressed students’ learning needs. Therefore, there is a need for technology-based learning media that not only enhances student engagement but also integrates local cultural values. This study aimed to analyze the effectiveness of trilingual animated videos based on Balinese animal fables in improving elementary students’ listening skills. This research employed a Research and Development (R&D) approach with a one-group pretest-posttest design involving 47 students. Data were collected through listening tests, observations, interviews, and documentation, and were analyzed using the Wilcoxon test and paired sample t-test according to the data characteristics. The findings revealed a significant improvement in students’ listening skills after the implementation of the trilingual animated video compared to conventional learning methods. In addition, students demonstrated increased motivation, participation, and engagement during the learning process. These findings indicate that the integration of digital technology and local wisdom through trilingual animated media can create more contextual and meaningful learning experiences. The implications of this study suggest that culturally based and multilingual learning media can serve as an innovative alternative to enhance language literacy while supporting character development and the preservation of local cultural values from an early age.
Smart Ethno Edutourism: Strategi Pengembangan Desa Julah Berbasis Sapta Pesona, Ekonomi Kreatif, dan Pelestarian Warisan Budaya I Wayan Widiana; I Putu Gede Parma; I Nyoman Jampel; Ketut Sedana Arta; I Gusti Ngurah Puger; Kadek Adrian Surya Indra Wirawan
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i2.103844

Abstract

Desa Julah sebagai desa Bali Mula masih menghadapi hambatan pada optimalisasi Sapta Pesona, tata kelola lingkungan wisata, serta pengembangan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya, sehingga potensi desanya belum berkembang secara maksimal. Akan tetapi, hasil observasi awal dan wawancara bersama dengan Pokdarwis dan Karang Taruna Desa Julah menunjukkan bahwa Desa Julah masih mengalami kendala. Pengabdian ini bertujuan menganalisis kebutuhan penguatan desa wisata, merancang strategi Smart Ethno Edutourism, dan mengevaluasi efektivitas implementasinya dalam meningkatkan kapasitas masyarakat. Subjek terdiri atas 40 peserta (20 Pokdarwis dan 20 Karang Taruna) melalui desain quasi experiment pretest posttest. Data diperoleh melalui tes dan wawancara. Hasil Pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman Sapta Pesona, kemampuan mengembangkan ekonomi kreatif, kesadaran pelestarian budaya, serta partisipasi dalam tata kelola lingkungan. Peserta mampu menghasilkan rencana aksi wisata, inovasi produk kreatif seperti tenun dan ingka, serta dokumentasi budaya berbasis digital. Secara keseluruhan, strategi Smart Ethno Edutourism efektif memperkuat aspek sosial, manajerial, dan budaya. Implikasi Pengabdian menegaskan bahwa model ini layak direplikasi sebagai pendekatan berkelanjutan dalam pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal.