Ketut Sedana Arta
Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Differentiated E-Module Based on Peer Teaching: Learning Strategy to Increase Student Learning Motivation in Pancasila Education Material Putu Nado Swastika; I Nengah Suastika; Luh Indrayani; Ketut Sedana Arta
Journal of Education Action Reseach Vol 10 No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v10i1.108667

Abstract

The purpose of this research is to describe the spatial structure and validity of the differentiated E-module based on peer teaching. This research is a research and development (R&D) project using the ADDIE model, with data collected through observation, interviews, and questionnaires. The data in this study were descriptively to describe the design of the differentiated E-module based on peer teaching, and quatitatively used in mto informs regarding the develitsent of the dn the results of the research on the validity of the peer teaching-based differentiated E-module, the results obtained were (1) the evaluation results from two media experts were very well qualified (94% and 95.7%), (2) the evaluation results from Pancasila Education material experts were very well qualified (91.4%), (3) the results of individual trials involving three students were very well qualified overall (95.6%), and (4) the results of small group trials involving eight students were very well qualified overall (94.4%). The results of this study imply that the peer-teaching-based differentiated E-module is highly feasible and has the potential to be used as teaching material in Pancasila Education learning to support increased student learning motivation.
Konseling Behavioral Berbasis Assertive Training dan Positive Reinforcement untuk Meningkatkan Kompetensi serta Mental Set Keguruan Ketut Sedana Arta; Ni Wayan Sukerti; Putu Ari Dharmayanti; Ni Wayan Astri Antari
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i2.103350

Abstract

Guru sekolah dasar masih menghadapi kendala dalam mengembangkan kompetensi sosial berupa komunikasi asertif dan membangun mental set keguruan yang positif, sehingga berdampak pada efektivitas interaksi pembelajaran di kelas. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi sosial–komunikasi asertif sekaligus memperkuat mental set keguruan melalui pendekatan konseling behavioral berbasis assertive training dan positive reinforcement. Pengabdian ini diikuti oleh 20 orang guru sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang didukung dengan pre-test dan post-test. Tahapan kegiatan pengabdian ini, terdiri dari (1) sosialisasi, (2) pelatihan, (3) penerapan teknologi, (4) pendampingan dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 4 poin yang memuat aspek komunikasi asertif dan mental set keguruan. Analisis dilakukan menggunakan SPSS dengan uji statistik deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan skor dari kategori sedang menjadi tinggi pada aspek komunikasi asertif maupun mental set keguruan. Maka, dapat disimpulkan bahwa program ini terbukti efektif memperkuat keterampilan sosial dan kesiapan mental guru, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam pengelolaan kelas dan komunikasi kolaboratif. Model pelatihan ini berpotensi direplikasi pada berbagai konteks pendidikan untuk meningkatkan profesionalisme guru.
Smart Ethno Edutourism: Strategi Pengembangan Desa Julah Berbasis Sapta Pesona, Ekonomi Kreatif, dan Pelestarian Warisan Budaya I Wayan Widiana; I Putu Gede Parma; I Nyoman Jampel; Ketut Sedana Arta; I Gusti Ngurah Puger; Kadek Adrian Surya Indra Wirawan
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i2.103844

Abstract

Desa Julah sebagai desa Bali Mula masih menghadapi hambatan pada optimalisasi Sapta Pesona, tata kelola lingkungan wisata, serta pengembangan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya, sehingga potensi desanya belum berkembang secara maksimal. Akan tetapi, hasil observasi awal dan wawancara bersama dengan Pokdarwis dan Karang Taruna Desa Julah menunjukkan bahwa Desa Julah masih mengalami kendala. Pengabdian ini bertujuan menganalisis kebutuhan penguatan desa wisata, merancang strategi Smart Ethno Edutourism, dan mengevaluasi efektivitas implementasinya dalam meningkatkan kapasitas masyarakat. Subjek terdiri atas 40 peserta (20 Pokdarwis dan 20 Karang Taruna) melalui desain quasi experiment pretest posttest. Data diperoleh melalui tes dan wawancara. Hasil Pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman Sapta Pesona, kemampuan mengembangkan ekonomi kreatif, kesadaran pelestarian budaya, serta partisipasi dalam tata kelola lingkungan. Peserta mampu menghasilkan rencana aksi wisata, inovasi produk kreatif seperti tenun dan ingka, serta dokumentasi budaya berbasis digital. Secara keseluruhan, strategi Smart Ethno Edutourism efektif memperkuat aspek sosial, manajerial, dan budaya. Implikasi Pengabdian menegaskan bahwa model ini layak direplikasi sebagai pendekatan berkelanjutan dalam pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal.