Perkembangan teknologi informasi dalam industri konstruksi telah mendorong penggunaan Building Information Modeling (BIM) sebagai alternatif metode konvensional dalam proses perencanaan dan estimasi biaya proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil perhitungan volume dan biaya antara metode konvensional dan metode BIM menggunakan program Revit pada proyek Pembangunan Villa di Kediri, Tabanan, Bali. Metode penelitian deskriptif komparatif digunakan melakukan perbandingan langsung terhadap hasil estimasi volume dan biaya pekerjaan struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan volume menggunakan BIM cenderung lebih kecil dibandingkan metode konvensional karena perbedaan tingkat detail dan ketepatan dimensi model tiga dimensi, dimana metode konvensional kerap menggunakan asumsi atau penyederhanaan. Estimasi biaya berdasarkan metode konvensional mencapai Rp1.677.300.571, sedangkan metode BIM menghasilkan Rp1.535.763.317, dengan selisih sebesar Rp141.537.254. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan BIM mampu meningkatkan efisiensi biaya sekaligus membuat Proses desain dan konstruksi menjadi lebih lancar dan transparan, yang memungkinkan perhitungan yang lebih akurat dan mencegah kesalahan selama transisi dari perencanaan ke implementasi, dan juga mengurangi waktu pelaksanaan. Perhitungan menggunakan BIM cenderung menghasilkan volume lebih kecil dibandingkan metode konvensional. Hal ini dapat disebabkan oleh perbedaan tingkat detail dalam pendekatan perhitungan
Copyrights © 2026