Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Obyek Guna Lahan Di Kawasan Desa Sanur Sebagai Alternatif Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Denpasar Ni Komang Armaeni; Putu Gede Suranata; I Wayan Gde Erick Triswandana
Jurnal Sutramas Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.126 KB)

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki banyak fungsi selain fungsi ekologi sebagai paru-paru kota atau wilayah. Kota Denpasar memiliki setidaknya 1.091,07 Ha Ruang Terbuka Hijau Kota (RTHK) dimana belum semua potensinya dimanfaatkan dengan optimal sebagai contoh RTHK Desa Sanur Kaja. Topografi Desa Sanur Kaja khususnya pada area Jl. Hangtuah dan Jl. Sedap Malam merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian 0-7 meter diatas permukaan laut dengan pemanfaatan lahan sebagai Ruang Terbuka Hijau seluas kurang lebih 39,4311 Ha sesuai dengan dokumen RTRW Kota Denpasar tahun 2011-2031. Dari hasil pengumpulan data menggunakan citra satelit dan superimpose pengukuran lapangan, didapatkan adanya pelanggaran terkait pembangunan bangunan dengan peruntukan rumah tinggal dan usaha. Pelanggaran yang terekam adalah seluas 11.6529 Ha sehingga menyisakan kurang lebih 27.7782 Ha RTH Existing yang harus diselamatkan dengan melakukan pengembangan untuk nantinya dapat di transformasi sebagai Objek Daya Tarik Wisata
HAZARD IDENTIFICATION AND RISK CONTROL ON THE NICU-PONEK BUILDING CONSTRUCTION PROJECT OF TABANAN REGIONAL GENERAL HOSPITAL Ni Komang Armaeni; IWG. Erick Triswandana; IB. Dalem Gunawangsa
International Journal of Engineering and Emerging Technology Vol 6 No 2 (2021): July - December 2021
Publisher : Doctorate Program of Engineering Science, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the implementation of construction projects, management of the project work time so that the project is completed on time, but in reality on the ground there are still many things that can hamper the work of the project, one of which is a work accident that occurs to project workers.. In the process of building the NICU-Ponek Building, workers on the project are very rarely using Personal Protective Equipment, even though it has been provided by the company. Based on this, the authors devised this plan with the aim of minimizing the risk of work accidents through the process of hazard identification, risk assessment, and continued risk control. This planning method was done by qualitative method by explaining variables at the hazard identification stage and processing data at the risk assessment stage. Quantitative methods are also used against questionnaire results at the risk assessment stage including validity tests. The results of planning at the hazard identification stage through the "Expert Test" questionnaire resulted in 74 variables and 290 indicators that will be influential and continue to the end of the risk assessment questionnaire. At the risk assessment phase through a risk assessment questionnaire produces 3 types of risk levels, namely low risk rating, moderate and high risk rating which is further controlled by advanced risk controlling. Based on the results of the risk assessment questionnaire, there are 32 variables and 38 indicators that have a high rating of risk carried out by means of technical control and administrative control.
Desain Detail Konservasi Pura Pajinengan Gunung Tap Sai Di Kabupaten Karangasem I Putu Andi Wira Adnyana Adnyana; I Nyoman Warnata; I Wayan Runa; I Wayan Gde Erick Triswandana
Jurnal Sutramas Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Pajinengan Gunung Tap Sai terletak di Dusun Puragae, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem yang selanjutnya disebut Pura Tap Sai. Pura terletak di lereng barat laut Gunung Agung dan banyak umat ke pura untuk memohon keselamatan dan anugerah. Tap Sai berasal dari kata matapa sai sai (bertapa atau semedi setiap hari). Pada halaman utama (utamaning mandala) Pura terdapat pelinggih Lingga Yoni yang dililit akar pohon yang dipercaya umat sebagai tempat memohon anak atau keturunan, jodoh, segala permasalahan kesehatan, memohon obat, dan juga rezeki. Setelah persembahyangan di utamaning mandala, maka setiap umat (pemedek) akan diberikan seikat (11 Buah) dupa untuk melakukan permohonan khusus di Lingga Yoni. Pura juga memiliki tiga palinggih utama untuk memuja Dewi Sri, Dewi Rambut Sedana, dan Dewi Saraswati. Keberadaan pura ini di tengah hutan sehingga suasana alamnya tenang, damai, dan sakral. Oleh karena itu pura ini juga menjadi daya tarik masyarakat untuk kegiatan spiritual maupun untuk berwisata. Dengan jumlah masyarakat yang berkunjung ke Pura Pajinengan Gunung Tap Sai semakin meningkat, maka perlu adanya penataan mandala pura agar mampu menampung jumlah pengunjung secara optimal dan tentunya aman bagi para penyandang disabilitas, mengingat kondisi mandala pura yang cukup tinggi seperti terasering dikarenakan kontur tanah yang miring. Berdasarkan permasalahan di atas maka metode pelaksanaan pada tahun ke-3 ini adalah melalui desain detail konservasi pura. Pengumpulan data berupa penjajakan ke Pura untuk memperoleh data dalam proses desain detail konservasi pura. Desain detail pura agar lebih unik atau khas termasuk desain bangunan penunjang dan material pelinggih serta sirkulasi bagi para penyandang disabilitas. Jajak pendapat/wawancara dan sosialisasi juga dilaksanakan untuk mengoptimalkan desain detail konservasi Pura. Luaran akhir dari Program adalah desain detail konservasi pelinggih pura. Sebagai luaran akademis adalah publikasi pada Jurnal Ilmiah Nasional ber-ISSN. luaran lain seperti video tayang di Youtube dan berita di koran.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Penataan Air Terjun Gulung Tikeh Desa Siangan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar-Bali Nyoman Ratih Prabandari; Made Mas Surya Wiguna; Wayan Gde Erick Triswandana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 7 (2023): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i7.304

Abstract

Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk membantu masyarakat Desa Siangan dalam mendeskripsikan master plan Air Terjun Gulung Tikeh sebagai objek wisata alam yang dikembangkan untuk meningkatkan nilai ekonomi tanpa mengurangi nilai ekologisnya. Melalui penyusunan konsep dan master plan penataan air terjun Gulung Tikeh dengan pendekatan studi banding objek sejenis berbasis pemberdayaan masyarakat, yaitu objek wisata ditata dengan mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan potensi yang dimiliki alam. di Desa Siangan. Pengabdian Kepada Masyarakat berupa penyusunan master plan Air Terjun Tikeh Gulung ini bekerjasama dengan Pemerintah Daerah di Desa Siangan. Kegiatan survei lapangan, Studi Preseden, dan Focus Group Discussion dilakukan untuk menjaring masukan dan gagasan terkait kebutuhan masyarakat dalam pengembangan Air Terjun Tikeh Gulung sebagai objek wisata alam di Desa Siangan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata agar masyarakat sadar akan potensi yang dimiliki dan dapat mengoptimalkan keasliannya sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan alam di Desa Siangan.