Higiene dan sanitasi pangan sangat penting untuk menjamin keamanan pangan dari kontaminasi. Kepatuhan penjamah makanan terhadap standar higiene, seperti penggunaan alat pelindung diri dan praktik sanitasi yang tidak sesuai, dapat meningkatkan risiko keracunan pangan. Penelitian ini menggunakan buku saku "Busahini" sebagai media penyuluhan untuk meningkatkan perilaku penjamah makanan di SPPG Nogotirto dan SPPG Sendangrejo, Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasy-eksperimen serta pre-test dan post-test. Sebanyak 94 responden diambil melalui teknik total sampling, lalu dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk, Wilcoxon, dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik pada kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan metode ceramah. Uji statistik membuktikan adanya pengaruh signifikan sebelum dan sesudah intervensi, serta antara kelompok kontrol dan eksperimen (p-value < 0,001). Kesimpulannya, pemberian buku saku "Busahini" lebih berpengaruh dibandingkan metode ceramah dalam meningkatkan higiene sanitasi pangan penjamah makanan
Copyrights © 2026