Calon guru Sekolah Dasar dituntut memiliki kemampuan merancang pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan bermakna sesuai tuntutan pendidikan abad ke-21. Namun, pemahaman calon guru terhadap penerapan joyful learning dan deep learning masih cenderung bersifat teoritis serta belum didukung pengalaman belajar autentik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman calon guru SD tentang joyful learning dan deep learning, mengembangkan kreativitas melalui pembelajaran berbasis proyek, serta melatih peserta menghasilkan media pembelajaran berbasis budaya lokal Papua. Kegiatan dilaksanakan pada tahun 2026 di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP Universitas Cenderawasih, dengan melibatkan 30 mahasiswa. Metode yang digunakan adalah Project Based Learning (PjBL) melalui pelatihan, diskusi kelompok, workshop, dan presentasi hasil karya berupa hiasan dinding edukatif bermotif ukiran Papua yang memuat materi pembelajaran SD. Hasil kegiatan menunjukkan seluruh kelompok berhasil menghasilkan media pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan aplikatif. Hasil observasi menunjukkan aspek kolaborasi kelompok memperoleh persentase tertinggi sebesar 83,33%, diikuti kreativitas pengembangan media sebesar 73,33% dan keaktifan diskusi sebesar 66,67%. Hasil self-assessment menunjukkan 83,3% peserta memiliki pemahaman yang baik terhadap konsep joyful learning dan deep learning. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis proyek yang mengintegrasikan budaya lokal efektif meningkatkan kompetensi pedagogik, kreativitas, kolaborasi, dan pengalaman belajar autentik calon guru SD.
Copyrights © 2026