Rendahnya keterampilan pemecahan masalah siswa pada materi energi alternatif, tercermin dari kesulitan siswa dalam memahami permasalahan kontekstual dan mengaitkannya dengan konsep fisika. Oleh karena itu, diterapkan model Cooperative Problem Solving (CPS) yang diintegrasikan dengan strategi Two Stay Two Stray (TSTS) sebagai alternatif pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan serta pengaruh integrasi strategi TSTS dalam model CPS terhadap keterampilan pemecahan masalah siswa. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain Non-Equivalent Control Group Design yang melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen (CPS-TSTS) dan kelas kontrol (CPS). Instrumen penelitian berupa tes uraian berbasis indikator keterampilan pemecahan masalah. Data dianalisis menggunakan perhitungan N-gain, uji independent sample t-test, dan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelas mengalami peningkatan dengan rata-rata N-gain kelas eksperimen sebesar 0,6722 dan kelas kontrol sebesar 0,6250 yang keduanya termasuk pada kategori sedang. Namun, tidak terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan antara kedua kelas. Integrasi strategi TSTS memberikan kontribusi pada peningkatan keterampilan pemecahan masalah siswa, meskipun pengaruhnya masih dalam kategori kecil.
Copyrights © 2026