Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara teoretis model ADDIE, teori Gagné, dan model Gerlach & Ely dengan meninjau tujuan pengembangan, langkah-langkah inti, asumsi teoretis, serta karakteristik khas masing-masing model. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian pustaka dengan metode analisis teoretis terhadap artikel jurnal internasional relevan dalam rentang 5–10 tahun terakhir serta buku klasik desain instruksional sebagai sumber pendukung. Hasil analisis menunjukkan bahwa ADDIE berfungsi sebagai kerangka pengembangan makro, Gagné berperan pada level mikro dalam merancang pengalaman belajar berbasis proses kognitif, dan Gerlach & Ely menempati posisi perencanaan operasional atau meso. Meskipun terdapat tumpang tindih pada beberapa tahap, ketiga model dapat diharmonisasikan secara komplementer. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual dalam pemetaan posisi model desain instruksional serta implikasi teoretis dan praktis bagi pengembangan pembelajaran berbasis teknologi.
Copyrights © 2026