Pelayanan administrasi publik di Dinas Pertanian Kabupaten Dompu seringkali dikeluhkan lambat meski SOP telah tersedia, menunjukkan adanya kesenjangan antara ekspektasi masyarakat dan realitas layanan. Penelitian bertujuan mengevaluasi efektivitas implementasi SOP administrasi dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil menunjukkan implementasi SOP belum efektif dan cenderung terjebak pada rigiditas prosedural yang memicu hambatan birokratis. Evaluasi menggunakan dimensi SERVQUAL menemukan kelemahan utama pada aspek ketanggapan dan empati aparatur, memunculkan "Fenomena Administratif bertentangan dengan pelayanan publik" di mana kekakuan aturan berbenturan dengan urgensi kebutuhan petani. Kesimpulannya, efektivitas SOP tidak cukup hanya dengan kepatuhan administratif, melainkan membutuhkan ruang diskresi berbasis empati. Oleh karenanya, disarankan kepada pemangku kebijakan untuk merekonstruksi tahapan SOP agar lebih adaptif dan memberikan kewenangan terukur bagi aparatur di garis depan guna mewujudkan pelayanan publik yang prima.
Copyrights © 2026