Konsep merdeka belajar pada kurikulum merdeka mendorong siswa untuk belajar secara mandiri dan meningkatkan kemandirian belajar. Berdasarkan studi Programme for Internasional Student Assessment (PISA) tahun 2018, kemandirian belajar siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Rendahnya kemandirian belajar siswa ini dipengaruhi oleh metode konvensional yang masih banyak digunakan meskipun sudah banyak sekolah yang menerapkan kurikulum merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara model Reciprocal Learning terhadap kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran fiqih di MAN 1 Kuningan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif eksperimen, dengan bentuk eksperimen berupa Pretest-Posttest Control Group Design dengan memilih dua kelompok secara random yaitu kelas kontrol adalah kelas XI. F dan kelas eksperimen adalah kelas XI. C. Pada hasil penelitian uji hipotesis akhir uji t, diperoleh t hitung lebih besar dari t tabel, yaitu t hitung > t tabel atau 11,713 > 1,679. Dimana model Reciprocal Learning dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa sebesar 26,12% dengan kategori tinggi daripada kelas kontrol yang hanya mendapatkan peningkatan sebesar 4,30% dengan kategori sedang. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model reciprocal Learning terhadap kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih di MAN 1 Kuningan.
Copyrights © 2024