Keberadaan limbah kertas di lingkungan sekolah sering kali belum dikelola secara optimal, padahal limbah tersebut memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang bernilai edukatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan kepedulian lingkungan guru dan siswa SD/MI Al Hikmah Semarang melalui pemanfaatan limbah kertas menjadi media pembelajaran atlas atau peta relief. Metode kegiatan menggunakan pendekatan service-learning yang dipadukan dengan prinsip Participatory Action Research melalui tahapan persiapan, sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, refleksi, dan evaluasi. Peserta kegiatan terdiri dari 35 guru dan 73 siswa SD/MI Al Hikmah Semarang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah limbah kertas menjadi media pembelajaran yang kontekstual, sedangkan siswa terlibat aktif dalam proses pembuatan media pembelajaran atlas melalui pembuatan pulp, pencetakan, pewarnaan, dan pelabelan peta. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran peserta bahwa limbah kertas yang sebelumnya hanya ditumpuk, dijual, atau dibakar sehingga dapat diolah menjadi media pembelajaran yang kontekstual. Dengan demikian, pemanfaatan limbah kertas menjadi atlas/peta relief dapat menjadi alternatif inovatif untuk mendukung pembelajaran yang konkret, kolaboratif, kreatif, dan berwawasan lingkungan.
Copyrights © 2026