Pendahuluan: Bullying merupakan masalah kesehatan jiwa pada remaja yang berdampak pada kecemasan, depresi, dan penurunan harga diri. Tingginya prevalensi bullying menuntut adanya upaya promotif melalui edukasi kesehatan. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan deskriptif pada 120 siswa usia 12–15 tahun di MTs Zainul Hasan Kediri. Intervensi berupa edukasi anti-bullying melalui ceramah, diskusi interaktif, dan media audiovisual. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi partisipasi peserta. Hasil: Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 66,4 menjadi 85,7 setelah intervensi. Peserta menunjukkan partisipasi aktif selama kegiatan serta peningkatan pemahaman terkait jenis, dampak, dan pencegahan bullying. Selain itu, terjadi perubahan sikap positif, seperti meningkatnya kesadaran untuk tidak melakukan bullying dan komitmen menciptakan lingkungan yang aman. Kesimpulan: Edukasi anti-bullying efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja sebagai upaya promotif kesehatan jiwa. Program ini berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan untuk mendukung lingkungan sekolah yang bebas bullying.
Copyrights © 2026