Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi dan pola pelafalan fonem /f/, /p/, dan /v/ dalam bahasa Sunda pada penutur usia 43–80 tahun. Fokus kajian diarahkan pada fenomena substitusi bunyi, khususnya kecenderungan perubahan fonem /f/ dan /v/ menjadi /p/ dalam praktik berbahasa sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif sederhana. Data diperoleh melalui teknik rekam, wawancara, dan elisitasi kata pada penutur bahasa Sunda di wilayah tertentu, kemudian dianalisis menggunakan metode padan fonetik artikulatoris dan distribusional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi signifikan dalam pelafalan fonem /f/, /p/, dan /v/, di mana sebagian besar penutur usia lanjut cenderung menggantikan fonem /f/ dan /v/ dengan /p/. Fenomena ini dipengaruhi oleh faktor kebiasaan fonologis bahasa Sunda, tingkat pendidikan, serta intensitas kontak dengan bahasa Indonesia. Selain itu, ditemukan adanya perbedaan pola antara kelompok usia 43–60 tahun dan 61–80 tahun dalam mempertahankan atau mengadaptasi bunyi asing. Temuan ini menunjukkan bahwa terjadi proses adaptasi fonologis sekaligus pergeseran bunyi dalam bahasa Sunda yang berkaitan dengan dinamika sosial dan linguistik penuturnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian fonologi dan sosiolinguistik, serta menjadi dasar dalam upaya pelestarian dan pengembangan pembelajaran bahasa daerah berbasis data empiris.
Copyrights © 2026