Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna yang terkandung dalam motif kain tenun ikat (Futus) pada masyarakat Desa Fatukanutu Kecamatan Amabi Oefeto Kabupaen Kupang. Penelitian ini menggunakan teori semiotika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kain Tenun Ikat (Futus) di Desa Fatukanutu memiliki 2 motif yaitu motif noa no’o (daun kelapa) dan manu basaf (dada ayam). Motif noa no’o (daun kelapa) memiliki makna banyak pendapat namun tetap satu dalam suatu ikatan kesatuan yang tidak pernah putus. Sedangkan Motif manu basaf (dada ayam) memiliki makna persatuan hati dan memperkuat ikatan sosial budaya masyarakat Desa Fatukanutu.
Copyrights © 2026