Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesenjangan antara standar dan praktik nyata dalam pelayanan optometri melalui pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan optometris dan dianalisis menggunakan Thematic Analysis. Hasil penelitian mengungkapkan empat tema utama, yaitu: (1) perluasan peran preventif optometris, (2) variasi dalam kompetensi profesional, (3) pengaruh lingkungan praktik terhadap pengambilan keputusan klinis, dan (4) lemahnya penegakan regulasi. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi individu, tetapi juga dibentuk oleh interaksi antara faktor individu, lingkungan, dan sistem. Penelitian ini mengusulkan Model Interaksi Sistem–Individu dalam Praktik Optometri, yang menekankan pentingnya intervensi terintegrasi pada berbagai tingkat. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi berupa model konseptual berbasis data lapangan, dan secara praktis memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas layanan optometri.
Copyrights © 2026