Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kontruksi Peribahasa dalam Bahasa Batak Toba Simarmata, Murni; Purba, Dian Berkati Rebeka; Simamora, Yustina Jindi Lusmiran; Kasih, Febe Elnosa; Saragih, Erikson
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 14 No. 4 (2025): Kode: Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v14i4.71783

Abstract

Penelitian ini menjelaskan kontruksi peribahasa dalam bahasa Batak Toba. Peribahasa adalah cara untuk berkomunikasi yang terdiri dari kalimat yang disusun secara teratur dan ringkas, tetapi memiliki makna khusus. Peribahasa biasanya mengandung nasihat, perumpamaan, atau prinsip moral. Pelestarian tradisi lisan, atau umpama, dalam bahasa Batak Toba sebagai warisan budaya, sangat dipengaruhi oleh perkembangan zaman. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memberikan deskripsi mendalam tentang tema-tema utama yang terkandung; bagaimana peribahasa berfungsi dalam komunikasi, interaksi sosial dan bagaimana tujuan peribahasa digunakan dalam masyarakat Batak Toba. Data dikumpulkan dengan mengidentifikasi, menganalisis, dan melaporkan pola tema utama melalui penelitian pustaka menyeluruh dari berbagai buku yang berisi kumpulan umpama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema peribahasa Batak Toba terfokus pada hal-hal penting dalam kehidupan, seperti falsafah hidup (seperti perspektif tentang etos kerja dan rezeki), moral dan etika (seperti saran, larangan, dan budi pekerti), harapan dan berkat (seperti doa untuk kesejahteraan dan keturunan). Peribahasa juga berfungsi sebagai alat untuk mengungkapkan nilai-nilai budaya dan pikiran, dengan cara yang bermartabat dan simbolis (terutama dalam upacara adat. Itu tidak hanya digunakan untuk menghiasi tuturan, tetapi juga berfungsi sebagai tuntunan hidup (nasihat), dan pengendalian perilaku sosial. Hasil menunjukkan bahwa umpama sangat penting untuk mempertahankan kohesi sosial dan identitas kultural Batak Toba. Kata Kunci: Analisis Tematik, Batak Toba, Peribahasa, Umpama
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENERAPAN SANKSI BAGI OPTIK YANG TIDAK MEMPEKERJAKAN REFRAKSIONIS OPTISIEN TERSERTIFIKASI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG KESEHATAN Riono, YV Agung; Tuanaya, Halimah Humayrah; Simarmata, Murni
Jurnal Mata Optik Vol. 6 No. 3 (2025): JURNAL MATA OPTIK
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54363/jmo.v6i3.290

Abstract

The mandate for optical facilities to employ certified Refraksionist Optisien (RO) or Optometrists is a critical component of Indonesia's health quality assurance system, as reinforced by Health Law Number 17 of 2023. Non-compliance poses significant risks to patient safety and the integrity of eye care services. This study aims to analyze the legal sanctions imposed on optical facilities that fail to employ certified ROs, utilizing the IRAC (Issue, Rule, Application, Conclusion) method for legal analysis. The analysis is based on a comprehensive review of primary legal sources: Law No. 17 of 2023, Government Regulation No. 28 of 2024, the Minister of Health Regulation No. 19 of 2013 on Optical Practice, and other relevant derivative regulations. The discussion reveals a structured, multi-tiered sanction system grounded in legal theories of compliance and regulatory enforcement. Administrative sanctions range from written warnings and temporary operational suspension to license revocation and substantial administrative fines. Criminal sanctions, including imprisonment and larger fines, are applicable, particularly if the violation results in harm to a patient's health. The study concludes that the legal framework is sufficiently robust from a theoretical perspective. However, its effectiveness hinges on consistent supervision by local health departments and digital integration of professional certification databases. Ensuring compliance is not merely a legal formality but a fundamental ethical obligation to protect public health and align with global standards for quality eye care.
ANALISIS YURIDIS NORMATIF: KEWENANGAN PENERBITAN RESEP KACAMATA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KLAIM ASURANSI KESEHATAN DI INDONESIA Riono, YV Agung; Ginting , James Davidta; Simarmata, Murni; Efendi , Zakaria
Jurnal Mata Optik Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL MATA OPTIK
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54363/jmo.v7i1.302

Abstract

Regulatory Reform in Health through Law No. 17 of 2023 on Health has introduced a paradigmatic shift in the governance of health professionals in Indonesia. One of the fundamental changes worth noting is the clear demarcation between medical practitioners (physicians and dentists) and other health professionals, alongside the strengthening of optometrists’ professional authority within the domain of medical technical expertise. This study aims to analyze the scope of optometrists’ authority in issuing eyeglass prescriptions following the enactment of the 2023 Health Law and to examine its compatibility with health insurance claim requirements, particularly under BPJS Kesehatan. Employing a normative juridical research method with statutory and conceptual approaches, this study finds a dissonance between the health law regime, which grants professional autonomy to optometrists, and the social security law regime, which continues to require prescriptions from ophthalmologists. The study recommends regulatory harmonization across sectors and the reinforcement of the role of the Indonesian Health Professionals Council in ensuring the quality of optometric services.
KESENJANGAN PRAKTIK DALAM PELAYANAN OPTOMETRI: ANALISIS KUALITATIF TERHADAP KOMPETENSI, LINGKUNGAN PRAKTIK, DAN REGULASI Silaban , Stepanus; Simarmata, Murni; Umami, Nisa Zakiati
Jurnal Mata Optik Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL MATA OPTIK
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54363/jmo.v7i1.304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesenjangan antara standar dan praktik nyata dalam pelayanan optometri melalui pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan optometris dan dianalisis menggunakan Thematic Analysis. Hasil penelitian mengungkapkan empat tema utama, yaitu: (1) perluasan peran preventif optometris, (2) variasi dalam kompetensi profesional, (3) pengaruh lingkungan praktik terhadap pengambilan keputusan klinis, dan (4) lemahnya penegakan regulasi. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi individu, tetapi juga dibentuk oleh interaksi antara faktor individu, lingkungan, dan sistem. Penelitian ini mengusulkan Model Interaksi Sistem–Individu dalam Praktik Optometri, yang menekankan pentingnya intervensi terintegrasi pada berbagai tingkat. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi berupa model konseptual berbasis data lapangan, dan secara praktis memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas layanan optometri.
PREFERENSI MODEL FRAME KACAMATA PADA MAHASISWA DI ERA FASHION MODERN Nugraha, Opep; Abdillah, Bunyamin Rizki; Budiana, Mohamad Wahyu; Simarmata, Murni
Jurnal Mata Optik Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL MATA OPTIK
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54363/jmo.v7i1.305

Abstract

The development of modern fashion has transformed eyeglasses from a visual aid into a lifestyle accessory and a form of self-identity, particularly among university students. This study aims to explore students’ preferences for eyeglass frame models in the modern fashion era and to identify the factors influencing these preferences. This study employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through in-depth interviews with 12 university students who use eyeglasses, selected using purposive sampling. The data were analyzed using thematic analysis to identify key patterns and themes related to frame selection preferences. The findings revealed that eyeglasses are perceived not only as a visual aid but also as a fashion statement and identity expression. Five major themes emerged: (1) eyeglasses as a lifestyle and identity, (2) preference for trendy frame designs such as oversized and minimalist styles, (3) dominance of neutral colors due to their flexibility, (4) the importance of comfort in prolonged use, and (5) the significant influence of social media in shaping preferences. Among these factors, fashion trends and social media were found to be the most influential in determining students’ choices. In conclusion, students’ preferences for eyeglass frame models are influenced by a combination of aesthetic, functional, and social factors. Therefore, optical practitioners should consider not only visual and ergonomic aspects but also fashion trends and user preferences when recommending eyeglass frames.
DAMPAK KUALITAS PELAYANAN KOMPETENSI REFRAKSI OPTISI DAN HARGA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DI OPTIK KENCANA TANGERANG Maylani, Dina Yarti; Simarmata, Murni; Maryani, Febri; Budiana, Mohamad Wahyu
Jurnal Mata Optik Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL MATA OPTIK
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54363/jmo.v7i1.306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pandangan pelanggan mengenai kemampuan refraksi yang dimiliki oleh optisi dan bagaimana hal tersebut memengaruhi tingkat kepuasan mereka terhadap layanan di Optik Kencana Tangerang. Kemampuan refraksi yang dimaksud meliputi ketepatan dalam melakukan pemeriksaan mata, ketepatan dalam merekomendasikan lensa, serta keterampilan dalam berkomunikasi secara efektif dengan pelanggan. Studi ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada enam orang responden yang merupakan pelanggan aktif Optik Kencana Tangerang. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memberikan penilaian positif terhadap kompetensi refraksi optisi, khususnya dalam hal ketelitian, penguasaan teknis, dan sikap yang ramah selama pemeriksaan. Pandangan positif ini secara langsung memengaruhi kepuasan pelanggan, dengan kepercayaan terhadap hasil pemeriksaan dan kenyamanan dalam pelayanan sebagai aspek yang paling berpengaruh. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kompetensi refraksi optisi memainkan peran penting dalam membentuk persepsi positif yang berdampak pada tingkat kepuasan pelanggan di bidang layanan Optik.