p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Mata Optik
Silaban , Stepanus
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR DEMOGRAFIS YANG MEMPENGARUHI PERAN OPTOMETRIS DALAM PELAYANAN KESEHATAN MATA DI INDONESIA. Simarmata, Murni Marlina; Silaban , Stepanus; Maryani, Febri; Nugraha, Opep Cahya
Jurnal Mata Optik Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL MATA OPTIK
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54363/jmo.v7i1.303

Abstract

Optometris memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan mata, terutama dalam pemeriksaan penglihatan dan deteksi gangguan refraksi pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia, lama praktik, dan tempat kerja dengan peran optometris dalam pelayanan kesehatan mata di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada optometris di Indonesia dengan jumlah responden sebanyak 97 orang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji independent t-test dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia produktif, memiliki lama praktik 0–5 tahun, dan bekerja di optik sebagai tempat praktik utama. Faktor usia, lama praktik, dan tempat kerja menunjukkan keterkaitan dengan peran optometris dalam pelayanan kesehatan mata. Analisis lebih lanjut menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat dan signifikan antara peran preventif dan dampak pelayanan kesehatan mata, yang mengindikasikan bahwa peningkatan peran preventif optometris berkontribusi besar terhadap penurunan beban gangguan penglihatan dan peningkatan akses layanan kesehatan mata. Sementara itu, hasil uji independent t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam peran preventif antara optometris pria dan perempuan (p > 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran preventif optometris merupakan faktor kunci dalam meningkatkan dampak pelayanan kesehatan mata. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kompetensi melalui pendidikan berkelanjutan serta penguatan peran optometris di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan mata di Indonesia.
KESENJANGAN PRAKTIK DALAM PELAYANAN OPTOMETRI: ANALISIS KUALITATIF TERHADAP KOMPETENSI, LINGKUNGAN PRAKTIK, DAN REGULASI Silaban , Stepanus; Simarmata, Murni; Umami, Nisa Zakiati
Jurnal Mata Optik Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL MATA OPTIK
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54363/jmo.v7i1.304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesenjangan antara standar dan praktik nyata dalam pelayanan optometri melalui pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan optometris dan dianalisis menggunakan Thematic Analysis. Hasil penelitian mengungkapkan empat tema utama, yaitu: (1) perluasan peran preventif optometris, (2) variasi dalam kompetensi profesional, (3) pengaruh lingkungan praktik terhadap pengambilan keputusan klinis, dan (4) lemahnya penegakan regulasi. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi individu, tetapi juga dibentuk oleh interaksi antara faktor individu, lingkungan, dan sistem. Penelitian ini mengusulkan Model Interaksi Sistem–Individu dalam Praktik Optometri, yang menekankan pentingnya intervensi terintegrasi pada berbagai tingkat. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi berupa model konseptual berbasis data lapangan, dan secara praktis memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas layanan optometri.