Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pembelajaran MURDER (Mood, Understand, Recall, Digest, Expand, Review) dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila bagi siswa kelas lima di SD Negeri 106166 Marindal II. Penelitian ini dimotivasi oleh kecenderungan guru untuk menggunakan metode pembelajaran konvensional yang membatasi partisipasi siswa dan pengembangan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang melibatkan 21 siswa kelas lima, guru kelas, dan kepala sekolah sebagai partisipan penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran MURDER dilakukan secara efektif melalui enam fase pembelajaran sistematis. Model ini berhasil menciptakan lingkungan belajar yang lebih aktif, bermakna, dan berpusat pada siswa. Siswa menunjukkan peningkatan pemahaman nilai-nilai Pancasila, partisipasi aktif dalam diskusi, dan ketekunan yang lebih besar selama proses pembelajaran. Secara teoritis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pembelajaran kooperatif di pendidikan dasar, sedangkan secara praktis memberikan strategi pembelajaran alternatif bagi guru untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam Pendidikan Pancasila. Oleh karena itu, model pembelajaran MURDER dapat dianggap sebagai pendekatan pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi siswa.
Copyrights © 2026