Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya sebagai penyerap tenaga kerja dan pendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat. Namun masih banyak di antaranya masih memiliki keterbatasan meliputi rendahnya literasi digital, pemasaran online yang belum optimal, serta kendala dalam permodalan dan perencanaan usaha. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) hadir untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut pada salah satu UMKM yaitu Vermel Blanc. Kegiatan PkM berangkat dari permasalahan rendahnya efisiensi produksi, keterbatasan promosi digital, dan pencatatan keuangan manual yang kurang akurat. PkM ini bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM Vermel Blanc melalui modernisasi produksi, digitalisasi pemasaran, dan optimalisasi keuangan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 11 Juni sampai dengan 27 September 2025. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, brainstorming, demonstrasi, pelatihan, evaluasi, dan pendampingan, dengan fokus pada penggunaan mesin obras, mesin overdeck, dan mesin sablon. Tidak hanya dalam proses produksi, adapun dalam pengembangan digital marketing yaitu pengembangan website dan media sosial, serta pada aspek keuangan menerapkan pencatatan keuangan berbasis Excel sesuai SAK EMKM. Adapun evaluasi dilakukan menggunakan kombinasi observasi terstruktur, kuesioner pemahaman, serta wawancara tindak lanjut (follow-up interview) untuk menilai tingkat partisipasi dan pemahaman peserta pada setiap sesi. Setelah sesi pelatihan, peserta mengisi kuesioner skala likert untuk mengukur tingkat pemahaman terhadap materi mengenai aspek produksi sebanyak 10 pertanyaan, aspek pemasaran sebanyak 10 pertanyaan, dan aspek keuangan sebanyak 10 pertanyaan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi dengan kualitas jahitan dan variasi produk yang lebih baik, perluasan jangkauan pasar melalui pemasaran digital, serta peningkatan keterampilan pencatatan keuangan yang lebih terstruktur. Penambahan mesin obras, mesin overdeck, dan mesin press sablon membuat Vermel Blanc dapat mengerjakan penjahitan kaos dan menyablon sendiri tanpa dilimpahkan ke rekanan lainnya. Kemudian hasil dari kuesioner untuk tingkat pemahaman mitra meningkat signifikan, dengan skor produksi dari 2,65 menjadi 4,24, pemasaran dari 2,54 menjadi 4,17, dan keuangan dari 2,25 menjadi 4,06. Penjualan bulanan juga naik 283,33% dalam tiga bulan pendampingan. Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi terpadu mampu memperkuat daya saing dan keberlanjutan usaha UMKM.
Copyrights © 2026