Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Tinjauan Atas Bauran Produk Pada Sekalikali Kopi Denta Purnama; Aria Naufal Ardhana
Jurnal Aplikasi Bisnis Kesatuan Vol 1 No 2 (2021): JABKES Edisi Desember 2021
Publisher : Program Vokasi dan LPPM IBI Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jabkes.v1i2.1349

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan penerapan strategi Bauran Produk pada Sekalikali Kopi. Uraian penelitian bersifat kualitatif dengan membahas hasil observasi pada objek penelitian yang dilakukna pada Maret - April 2021. Hasil penelitian menunjukkan Bauran produk pada Sekalikali kopi yaitu dengan menawarkan dan mengeluarkan produk dengan bahan baku utama yang sama tetapi berbeda rasa dan ada juga produk dari bahan baku yang berbeda. Panjang bauran produk berhubungan dengan banyaknya jenis barang yang dibuat dalam lini produknya. Sekali kali kopi dikenal sebagai pesaing di kategori produknya. Untuk menjadi Market Leader Sekali kali kopi menciptakan berbagai macam produk yang berbahan dasar kopi dan yang bukan kopi yang bertujuan untuk menambah varian produk agar menarik para pecinta kopi dan yang tidak suka kopi. Kedalaman bauran produk yang diterapkan Sekali kali kopi, sebagai berikut (1) Eskopi krusial adalah sebuah Es kopi susu yang dipasarkan oleh Sekali kali kopi. Es kopi krusial juga sangat populer di daerah cilebut dan sekitarnya dan kini juga dijual melalui Gojek, Grab. Es kopi krusial empat varian rasa antara lain : Original, Oreo, Regal, Madu. Konsitensi bauran produk yaitu .Strategi pemasaran yang dilakukan Sekali kali kopi yang dengan memainkan sosial media seperti instagran dan facebook, dengan membuat iklan yang menarik dan membuat postingan postingan yang bagus agar para pemirsa socialmedia tertaarik untuk datang dan mecoba produk dari Sekali kali kopi. Sekali kali kopi juga menjual produknya lewat seperti Grab, Gojek untuk mempermudah saluran distribusinya. Tujuan penerapan bauran produk pada sekali kali kopi adalah untuk meningkatkan laba dan penjualan,mempertahankan pangsa pasar, menjaga kualitas produk untuk mendukung penjualan, memuaskan konsumen, dengan menciptakan beberapa lini produk. Hambatan pada bauran produk Sekali kali kopi yaitu,kurang nya promosi,banyak nya pesaing yang sama,proses pembuatan pada coffe dan minuman belum memadai dan tenaga sdm yang kurang sehingga akan menjadi pengaruh di hambatan pada bauran produk.
Implementasi Personal Selling Pada Wardah Kosmetik Hani Maulida Rangga Dina; Adil Fadillah; Denta Purnama
Jurnal Aplikasi Bisnis Kesatuan Vol 1 No 1 (2021): JABKES Edisi Agustus 2021
Publisher : Program Vokasi dan LPPM IBI Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jabkes.v1i1.785

Abstract

Personal Selling atau Penjualan Personal adalah hubungan interpersonal dimana berbagai upaya dikerahkan untuk mendidik pelanggan dan mendorong pemilihan merek atau produk tertentu. Pemjualan Personal juga dapat diartikan sebagai komunikasi langsung atau tatap muka antara penjual dengan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga kemudian mereka akan mecoba dan membelinya. Hal ini tentunya tenaga penjual merupakan ujung tombak bagi perusahaan, karena di tangan penjuallah terletak kunci keberhasilan atau tidaknya dari komunikasi pemasaran penjualan langsung tersebut, maka dari itu penulis tertarik untuk meninjau personal Selling pada Wardah Kosmetik yang dilakukan oleh Beauty Advisor selaku tenaga penjual.
Tinjauan Atas Layanan Mobile Banking Maslahah Pada Bank BJB Syariah Saftalina Meilani Apandi; Weman Suardy; Denta Purnama
Jurnal Aplikasi Bisnis Kesatuan Vol 2 No 3 (2022): JABKES Edisi Desember 2022
Publisher : Program Vokasi dan LPPM IBI Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jabkes.v2i3.1529

Abstract

Mobile Maslahah Mobile maslahah merupakan layanan dari Bank Bjb Syariah memberikan suatu pelayanan e-banking maupun delivery channel berdasarkan prinsip syariah yang bisa di unduh oleh nasabah melalui AppsStore ataupun GooglePlaystore yang ada pada smartphone nasabah. Yang memudahkan nasabah dalam bertransaksi dimana saja selama 24 jam dengan jaringkan komunikasi data 3G/GPRS/EVDO/WiFi. Tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh penulis yaitu Untuk mengetahui layanan system mobile banking maslahah pada Bank BJB Syariah, Untuk mengetahui apa saja hambatan dalam layanan Mobile banking maslahah pada Bank BJB Syariah, Untuk mengetahui bagaimana upaya menangani hambatan dalam layanan Mobile banking maslahah pada Bank BJB Syariah. Melalui penelitian ini, penulis mendapatkan hasil bahwa untuk mengukur bagaimana layanan mobile banking maslahah ini dengan menggunakan 5 dimensi kualitas pelayanan yaitu Reability, Assurance, Tangible, Empathy, Responsive dan layanan Mobile banking maslahah ini telah mencakup ke 5 dimensi kualitas pelayanan tersebut. Kata kunci : Kualitas pelayanan
Tinjauan Atas Upaya Pengembangan Kesadaran Merek Pada Produk Nabati Muhammad Ilyas; Denta Purnama; Ade Yusdira
Jurnal Aplikasi Bisnis Kesatuan Vol 3 No 1 (2023): JABKES Edisi April 2023
Publisher : Program Vokasi dan LPPM IBI Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jabkes.v3i1.1863

Abstract

ABSTRACT With increasingly widespread market developments, it can lead to increasingly fierce competition between companies and promises new business opportunities and challenges for companies. For this reason, companies are required to compete competitively in terms of creating and maintaining consumer loyalty amid conditions of increasingly high levels of competition in local and global businesses and conditions of uncertainty forcing companies to reach a competitive level in order to be able to win the competition in global business. This Brand Awareness is a form of strategy carried out by the company towards its products which aims to be known and recognized by consumers and can increase the profitability of the company. Consumers will be aware of the existence of a brand on a product if the brand awareness of the product is strong enough. The purpose of this Final Project is to find out: 1) How are efforts to develop brand awareness in Vegetable products; 2) What are the obstacles and how to overcome efforts to develop brand awareness in vegetable products. The results of this Final Project are: 1) Efforts to develop brand awareness for vegetable products are good, management has made every effort to increase brand awareness. 2) Obstacles that occur in efforts to develop brand awareness of vegetable products are able to be overcome by the company quite well. Keywords: Brand Awareness, Vegetables
PENGUATAN KAPASITAS UMKM VERMEL BLANC MELALUI MODERNISASI PRODUKSI, DIGITALISASI PEMASARAN, DAN OPTIMALISASI KEUANGAN Yayuk Nurjanah; Denta Purnama; Kusuma Dewi; Safitri Putri Adi Nugroho; Annisa Kamilani
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i3.3201

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya sebagai penyerap tenaga kerja dan pendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat. Namun masih banyak di antaranya masih memiliki keterbatasan meliputi rendahnya literasi digital, pemasaran online yang belum optimal, serta kendala dalam permodalan dan perencanaan usaha. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) hadir untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut pada salah satu UMKM yaitu Vermel Blanc. Kegiatan PkM berangkat dari permasalahan rendahnya efisiensi produksi, keterbatasan promosi digital, dan pencatatan keuangan manual yang kurang akurat. PkM ini bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM Vermel Blanc melalui modernisasi produksi, digitalisasi pemasaran, dan optimalisasi keuangan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 11 Juni sampai dengan 27 September 2025. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, brainstorming, demonstrasi, pelatihan, evaluasi, dan pendampingan, dengan fokus pada penggunaan mesin obras, mesin overdeck, dan mesin sablon. Tidak hanya dalam proses produksi, adapun dalam pengembangan digital marketing yaitu pengembangan website dan media sosial, serta pada aspek keuangan menerapkan pencatatan keuangan berbasis Excel sesuai SAK EMKM. Adapun evaluasi dilakukan menggunakan kombinasi observasi terstruktur, kuesioner pemahaman, serta wawancara tindak lanjut (follow-up interview) untuk menilai tingkat partisipasi dan pemahaman peserta pada setiap sesi. Setelah sesi pelatihan, peserta mengisi kuesioner skala likert untuk mengukur tingkat pemahaman terhadap materi mengenai aspek produksi sebanyak 10 pertanyaan, aspek pemasaran sebanyak 10 pertanyaan, dan aspek keuangan sebanyak 10 pertanyaan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi dengan kualitas jahitan dan variasi produk yang lebih baik, perluasan jangkauan pasar melalui pemasaran digital, serta peningkatan keterampilan pencatatan keuangan yang lebih terstruktur. Penambahan mesin obras, mesin overdeck, dan mesin press sablon membuat Vermel Blanc dapat mengerjakan penjahitan kaos dan menyablon sendiri tanpa dilimpahkan ke rekanan lainnya. Kemudian hasil dari kuesioner untuk tingkat pemahaman mitra meningkat signifikan, dengan skor produksi dari 2,65 menjadi 4,24, pemasaran dari 2,54 menjadi 4,17, dan keuangan dari 2,25 menjadi 4,06. Penjualan bulanan juga naik 283,33% dalam tiga bulan pendampingan. Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi terpadu mampu memperkuat daya saing dan keberlanjutan usaha UMKM.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN INSTAGRAM BAGI UMKM KOTA BOGOR UNTUK OPTIMALISASI PEMASARAN DIGITAL Denta Purnama; Yulia Nurendah
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 4 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i4.3212

Abstract

In line with the rapid advancement of technology, both in terms of its development and utilization, Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Bogor City are required to adapt in order to effectively respond to technological changes that support their business activities. One critical aspect that must be considered is promotion. In the current digital era, promotional strategies need to be aligned with contemporary trends, particularly through the use of social media platforms such as Instagram, which offers significant potential as a promotional medium for MSMEs. This program aims to provide training on optimizing Instagram as a digital marketing tool for MSMEs in Bogor City. Furthermore, the program equips MSME actors with practical skills in content creation and effective account management on Instagram. The method employed in this program involves direct, hands-on training for MSME participants to address their limited understanding of Instagram optimization as a promotional medium. The training covers essential topics, including account creation, content development, and basic social media management strategies. The results of this program indicate that MSMEs in Bogor City are able to establish business-oriented Instagram accounts, produce more structured and engaging content, and implement more effective and sustainable social media management practices. This community service program, delivered in the form of digital marketing training, has contributed to enhancing the capacity of MSMEs, enabling them to remain competitive and sustain their businesses in an increasingly competitive market environment.