Batik tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya bangsa, tetapi juga sebagai potensi ekonomi yang dapat menopang kesejahteraan keluarga. Namun demikian, masih banyak masyarakat yang belum menyadari potensi ini. Untuk itulah pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan membatik dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan ibu-ibu Desa Glanggang, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, dan refleksi. Sebanyak sepuluh peserta mengikuti pelatihan yang dilaksanakan di Griya Batik Sengguruh dalam empat kali pertemuan, mulai 20 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Materi pelatihan meliputi pengenalan alat dan bahan, perancangan motif, mencanting, pewarnaan alami, hingga proses finishing. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu menghasilkan kain batik pertama mereka dengan motif dan warna yang beragam. Selain peningkatan keterampilan teknis, peserta juga menunjukkan perubahan sikap berupa meningkatnya rasa percaya diri, kebanggaan terhadap karya sendiri, serta tumbuhnya motivasi untuk menjadikan batik sebagai peluang usaha. Refleksi peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar, tetapi juga membuka harapan baru terhadap kemandirian ekonomi keluarga. Kegiatan ini membuktikan bahwa mitra sudah berhasil membuat produksi taplak batik mereka sebagai rpduk awal sesuai dengan motif, desain, dan warna berdasarkan kesukaan masing-masing.
Copyrights © 2026