Pascapandemi Covid-19, kesadaran masyarakat terhadap produk herbal fungsional meningkat pesat, terutama minyak angin aromaterapi roll-on. Penelitian ini bertujuan menganalisis preferensi konsumen terhadap minyak angin aromaterapi dengan penambahan angkak (Monascus purpureus) melalui metode uji hedonik. Produk Djamon Roll dikembangkan sebagai inovasi topikal berbasis angkak dengan tiga varian aroma (cengkeh, lavender, dan mawar). Penelitian dilaksanakan di UMKM Djamas Herb, Yogyakarta, dari Oktober 2025 hingga Juni 2026. Uji hedonik dilakukan terhadap 50 responden tidak terlatih berusia >17 tahun menggunakan skala 1–5 pada atribut warna, aroma, tekstur, dan sensasi kulit. Hasil penelitian menunjukkan ketiga varian produk diterima dalam kategori Suka. Varian Lavender memperoleh nilai tertinggi (rata-rata 80%, Sangat Suka), diikuti varian Mawar (78%) dan Cengkeh (74%). Varian lavender unggul pada warna dan aroma, sedangkan varian cengkeh lebih disukai karena sensasi hangat. Penambahan angkak tidak menurunkan tingkat penerimaan sensorik dan justru memberikan warna merah merona yang menarik. Karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia muda (17–40 tahun) yang sesuai dengan target pasar. Produk Djamon Roll berpotensi diterima pasar. Direkomendasikan pengembangan lebih lanjut pada varian lavender sebagai produk unggulan serta perbaikan aroma varian cengkeh. Hasil ini mendukung hilirisasi angkak menjadi produk topikal yang inovatif dan bernilai ekonomis.
Copyrights © 2026