Latar belakang penelitian ini berangkat dari fakta bahwa terbatasnya pendidikan kesehatan reproduksi, serta belum dilengkapi instrumen terstandar bagi siswa tunagrahita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan instrumen asesmen kesehatan reproduksi, khususnya mengenai perawatan organ genitalia, bagi remaja putri tunagrahita di sekolah inklusi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif melalui wawancara mendalam terhadap tiga guru dari SMP Negeri 2 Bojongsoang dan SMP Negeri 1 Baleendah, Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa tunagrahita terhadap kesehatan reproduksi masih rendah. Pembelajaran kesehatan reproduksi yang diberikan guru masih bersifat teoritis, parsial, dan minim praktik aplikatif, dengan berbagai hambatan seperti keterbatasan fasilitas, kurangnya pelatihan guru, serta anggapan tabu di lingkungan sekolah maupun keluarga. Selain itu, hingga kini belum tersedia instrumen asesmen khusus; penilaian hanya mengandalkan pengamatan umum yang tidak sistematis.
Copyrights © 2025