Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN INSTRUMEN ASESMEN KESEHATAN REPRODUKSI DI SEKOLAH INKLUSI BAGI REMAJA TUNAGRAHITA Septiyani Endang Yunitasari; Asep Supena; Nur Zahra Aqilla Purwanti
MADINASIKA Vol 7 No 1 (2025): MADINASIKA-OKTOBER
Publisher : Pascasarjana Unviersitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/madinasika.v7i1.15557

Abstract

  Latar belakang penelitian ini berangkat dari fakta bahwa terbatasnya pendidikan kesehatan reproduksi, serta belum dilengkapi instrumen terstandar bagi siswa tunagrahita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan instrumen asesmen kesehatan reproduksi, khususnya mengenai perawatan organ genitalia, bagi remaja putri tunagrahita di sekolah inklusi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif melalui wawancara mendalam terhadap tiga guru dari SMP Negeri 2 Bojongsoang dan SMP Negeri 1 Baleendah, Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa tunagrahita terhadap kesehatan reproduksi masih rendah. Pembelajaran kesehatan reproduksi yang diberikan guru masih bersifat teoritis, parsial, dan minim praktik aplikatif, dengan berbagai hambatan seperti keterbatasan fasilitas, kurangnya pelatihan guru, serta anggapan tabu di lingkungan sekolah maupun keluarga. Selain itu, hingga kini belum tersedia instrumen asesmen khusus; penilaian hanya mengandalkan pengamatan umum yang tidak sistematis.
Pengembangan Inclusive Resource Center Berbasis Program SAPA (Skrining Awal dan Pendampingan ABK) di Kelurahan Jatinegara Kaum Septiyani Endang Yunitasari; Asep Supena; Indina Tarjiah; Muhammad Takdir; Neddyana Pahalawaty; Kholifatul Novita Ningsih; Nur Zahra Aqilla Purwanti; Nusaibah Ghoida Ismatulloh
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5313

Abstract

Pendidikan inklusif membutuhkan sistem layanan yang mampu mendukung identifikasi kebutuhan peserta didik secara dini, pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), serta kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Di Kelurahan Jatinegara Kaum, layanan pendidikan inklusif masih menghadapi keterbatasan dalam pelaksanaan skrining awal, kompetensi guru dalam identifikasi dan pendampingan, dokumentasi perkembangan peserta didik, serta komunikasi dengan keluarga. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengembangkan Inclusive Resource Center berbasis Program SAPA (Skrining Awal dan Pendampingan ABK) sebagai pusat layanan pendidikan inklusif di SDN Jatinegara Kaum 14 Pagi. Kegiatan menggunakan pendekatan participatory action melalui tahapan analisis kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, implementasi program, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah 23 guru kelas dan guru mata pelajaran. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan angket yang mengukur pengetahuan mengenai ABK dan skrining awal, kesiapan melakukan identifikasi dan pendampingan, serta pemahaman pemanfaatan Inclusive Resource Center. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh aspek yang diukur. Pemahaman guru mengenai skrining awal meningkat dari 21,74 persen menjadi 91,30 persen, sedangkan pemahaman mengenai fungsi Inclusive Resource Center meningkat dari 56,52 persen menjadi 91,30 persen. Selain itu, terbentuk Inclusive Resource Center yang dilengkapi instrumen skrining, media pembelajaran adaptif, sistem dokumentasi perkembangan peserta didik, dan fasilitas konsultasi guru dan orang tua. Program SAPA berbasis Inclusive Resource Center dapat memperkuat kapasitas guru dan membangun sistem layanan pendidikan inklusif yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Pelatihan dan Pendampingan Parent Empowerment melalui Program SERASI untuk Penguatan Kolaborasi Rumah-Sekolah bagi Anak Berkebutuhan Khusus Kholifatul Novita Ningsih; Irah Kasirah; Endah Widiastuti; Septiyani Endang Yunitasari; Hendriano Meggy; Diffa Syahidah Izzah Aulia; Muhamad Haikal Mursid
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.5284

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan Program SERASI (Structured Environment for Inclusive Education), sebuah model kolaborasi rumah-sekolah berbasis parent empowerment, untuk mengatasi kesenjangan penerapan structured environment antara sekolah dan rumah bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SDN 14 Jatinegara Kaum, Jakarta Timur. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis komunitas dengan desain evaluasi pra-pasca satu kelompok (one-group pretest-posttest design), meliputi FGD kebutuhan mitra, penyusunan panduan dan modul, sosialisasi dan pelatihan, serta evaluasi. Data dikumpulkan melalui instrumen pemahaman 15 item dan angket kepuasan 10 aspek dari 55 peserta (33 orang tua, 15 guru, 7 kepala sekolah). Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman dari 76,1% menjadi 98,2% (naik 22,1 poin), dengan kenaikan tertinggi pada klaster pengelolaan perilaku positif (+24,7 poin), serta tingkat kepuasan peserta yang tinggi (rata-rata 4,36 dari skala 5). Program SERASI terbukti efektif meningkatkan pemahaman awal orang tua dan guru dalam menerapkan structured environment secara konsisten di rumah dan sekolah, meski dampak pada perubahan perilaku ABK secara nyata masih memerlukan pendampingan dan evaluasi lanjutan.
Penerapan Case-Based Learning Berbasis Outcome-Based Education Melalui Asesmen Proyek dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Apit Dulyapit; Dessy Norma Juita; Septiyani Endang Yunitasari; Linda Ika Mayasari
Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 3 (2026): Agustus: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jupancasila.v2i3.321

Abstract

Education courses in higher education are still largely delivered through conventional, lecturer-centred instruction, so graduate learning outcomes related to civic disposition, critical thinking, and social sensitivity remain underdeveloped. Meanwhile, the Outcome-Based Education (OBE) policy requires the learning process to be directed toward demonstrable student outcomes evidenced through authentic assessment. This article aims to examine the design of implementing Case-Based Learning (CBL) grounded in OBE through project assessment in Pancasila Education courses for students of the Faculty of Education. The study was conducted through library research using a descriptive-qualitative approach, reviewing more than twenty-five scholarly sources published within the last five years on CBL, OBE, project assessment, and Pancasila Education. The findings indicate that integrating CBL within the Outcome-Based Curriculum, Outcome-Based Learning and Teaching, and Outcome-Based Assessment and Evaluation framework enables students to analyse actual national-life cases, formulate solutions grounded in Pancasila values, and demonstrate these through project products evaluated with authentic rubrics. This model has the potential to increase active engagement, critical thinking, and internalisation of Pancasila values compared with conventional lecture-based instruction. The article recommends developing a valid and reliable project-assessment rubric and training lecturers to design contextual learning cases as follow-up steps.