Pengembangan desa wisata berbasis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kerap terkendala oleh lemahnya inovasi dan minimnya sinergi antaraktor strategis. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana kolaborasi Quadruple Helix memperkuat tata kelola BUMDes dalam pengembangan desa wisata, dengan studi kasus BUMDes Bhinor Energi di Desa Binor, Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Temuan utama menunjukkan bahwa BUMDes berperan sebagai simpul sentral yang menghubungkan pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan akademisi dalam ekosistem kolaboratif yang saling melengkapi: pemerintah sebagai fasilitator kebijakan dan infrastruktur, masyarakat sebagai pelaksana sekaligus penjaga keberlanjutan budaya dan lingkungan, pelaku usaha sebagai mitra melalui Tanggung Jawab Sosial Perusahaan berbasis kemitraan, dan akademisi sebagai pendamping penguatan kapabilitas kelembagaan. Sinergi tersebut memperkuat empat dimensi good governance transparansi, akuntabilitas, partisipasi, dan efektivitas yang didukung oleh mekanisme koordinasi yang diformalisasi melalui regulasi desa. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan model tata kelola kolaboratif BUMDes yang replikatif dan dapat diadaptasi pada konteks desa wisata lain dengan memperhatikan kondisi lokal.
Copyrights © 2026