Latar Belakang: Terjadi peningkatan perilaku seksual berisiko pada remaja di Indonesia. Sebanyak 12% wanita melaporkan pernah mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. Parental bonding diidentifikasi sebagai salah satu penyebab krusial.Tujuan: Mengetahui hubungan parental bonding dengan perilaku seksual berisiko pada remaja.Metode: Desain potong lintang dengan sampel 231 siswa. Data dianalisis menggunakan regresi logistik ganda. Perhitungan oddsratio dengan mengontrol variabel kovariat yang dicurigai mengganggu hubungan antara parental bonding dengan perilaku seksual berisiko.Hasil: Sebanyak 52,4% remaja memiliki perilaku seksual berisiko tinggi, 47,6% kurang merasakan bonding dengan orangtua. Lebih separuh mendapatkan pengaruh teman sebaya yang tinggi (56,3%), cukup religius (52,4%), tinggal dengan keluarga lengkap (81,8%) dan sosial ekonomi cukup (50,2%). Remaja dengan parental bonding kurang, memiliki peluang 43 kali lebih tinggi dalam perilaku seksual berisiko setelah dikontrol peer role, social media, religiusitas dan struktur keluarga.Kesimpulan: Lebih separuh remaja memiliki perilaku seksual berisiko tinggi dan memiliki parental bonding yang kurang. Ada hubungan yang bermakna antara parental bonding dengan perilaku seksual berisiko.
Copyrights © 2025