Abstract Penelitian ini mengkaji masalah penolakan terhadap identitas mesianik Yesus Kristus dalam kaitannya terhadap perkembangan pengharapan mesiani dalam Yudaisme Bait Allah Kedua. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis dinamika pengharapan tersebut serta kontribusinya terhadap terbentuknya penolakan terhadap Yesus. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan eksposisi teks terhadap kitab Hagai, Zakharia, Mazmur Salomo, dan 1 Henokh 37-71. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengharapan mesianik mengalami perkembangan dari kerangka teologis-restoratif dalam Perjanjian Lama menuju ekspektasi yang lebih politis dan eskatologis dalam literatur Yudaisme Bait Allah Kedua. Kitab Hagai dan Zakharia menampilkan pemahaman mesianik yang relatif implisit dan berorientasi teologis, sedangkan Mazmur Salomo dan 1 Henokh menggambarkan figur Mesias yang lebih eksplisit, personal, dan berkuasa, serta berkaitan dengan pembebasan politik dan penghakiman eskatologis. Temuan ini menunjukkan bahwa penolakan terhadap Yesus berkaitan dengan ketidaksesuaian antara pengharapan mesianik yang telah berkembang dengan cara penggenapan yang Ia hadirkan melalui penderitaan dan kematian.
Copyrights © 2026