Kecakapan digital merupakan keterampilan penting bagi siswa sekolah dasar dalam menghadapi pembelajaran berbasis teknologi. Namun, praktik pembelajaran di sekolah dasar masih banyak bergantung pada media konvensional sehingga membatasi kesempatan siswa untuk berinteraksi dengan sumber belajar digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality menggunakan Assemblr EDU serta menguji kelayakan, kepraktisan, dan peningkatan kecakapan digital siswa sekolah dasar setelah menggunakan media tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model 4D yang terdiri atas tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian berjumlah 95 siswa kelas III dari empat sekolah dasar di Kabupaten Gorontalo. Data dikumpulkan menggunakan lembar validasi ahli, angket respons siswa, dan instrumen pretest-posttest kecakapan digital. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan berada pada kategori sangat valid dengan skor validasi ahli media sebesar 85%, ahli konten sebesar 80%, dan ahli bahasa sebesar 87,5%. Hasil uji kepraktisan memperoleh rata-rata 87,7% dengan kategori sangat praktis. Hasil paired sample t-test menunjukkan adanya peningkatan kecakapan digital siswa secara signifikan setelah menggunakan media Augmented Reality, dengan nilai p < 0,05 pada seluruh sekolah yang terlibat. Temuan ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis Augmented Reality menggunakan Assemblr EDU layak, praktis, dan berpotensi meningkatkan kecakapan digital siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026