Pola asuh yang diterapkan oleh orang tua memiliki peran penting dalam perkembangan bahasa pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan pola asuh terhadap perkembangan bahasa pada anak usia dini ditinjau dari status perkawinan orang tua. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan di Tenggarong Seberang, Kalimantan Timur dengan menggunakan subjek yang memiliki perbedaan latar belakang status perkawinan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode Miles dan Huberman yang meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan yang diperoleh memperlihatkan kemampuan berbahasa masing-masing anak berkembang dengan karakteristik yang berbeda. Anak dari keluarga utuh dan ibu yang menikah lagi menunjukkan perkembangan bahasa yang lebih baik karena mendapatkan komunikasi yang cukup intens, pendampingan, serta dukungan dari lingkungan keluarga. Sementara itu, anak dari ibu tunggal menunjukkan perkembangan bahasa yang lebih lambat karena keterbatasan waktu bersama orang tua, kurangnya stimulasi verbal, serta penggunaan gadget yang cukup tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa interaksi orang tua dan lingkungan sekitar memiliki pengaruh terhadap perkembangan bahasa anak usia dini.
Copyrights © 2026