Kemampuan menulis deskriptif siswa sekolah dasar sering terkendala karena pembelajaran berlangsung dominan di dalam kelas sehingga siswa kurang memperoleh pengalaman konkret untuk mengembangkan ide, detail, dan kosakata deskriptif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan kemampuan menulis deskriptif siswa kelas VI SDN 12 Pelerang melalui penerapan model outdoor learning berbasis lingkungan alam Kayong Utara. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus (perencanaan, tindakan, observasi, refleksi) dengan subjek 20 siswa. Data dikumpulkan melalui tes menulis, observasi aktivitas belajar, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk melihat perubahan proses dan capaian belajar antar-siklus. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis deskriptif: pada siklus I capaian berada pada rentang 65–75, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 78–90. Peningkatan tersebut didukung oleh perubahan proses belajar, yaitu keterlibatan siswa lebih aktif saat observasi langsung, ide tulisan lebih spesifik, kosakata deskriptif lebih variatif, serta paragraf lebih runtut setelah diberi scaffolding (panduan observasi, pengayaan kosakata, dan arahan revisi). Dengan demikian, outdoor learning berbasis lingkungan lokal efektif untuk memperkuat kualitas tulisan deskriptif siswa melalui pengalaman autentik dan dukungan menulis yang terstruktur.Kata kunci: outdoor learning; menulis deskriptif; sekolah dasar; lingkungan lokal; penelitian tindakan kelas.
Copyrights © 2026