Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan variasi uphill running (lari menanjak) terhadap kecepatan lari sprint 100 meter pada siswa ekstrakurikuler SMP N 2 Koto Baru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen semu (quasi-experimental) melalui desain One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa ekstrakurikuler atletik SMP N 2 Koto Baru yang berjumlah 31 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh sampel penelitian sebanyak 15 siswa (12 putra dan 3 putri). Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni tahun 2026. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kecepatan lari adalah tes lari sprint 100 meter. Teknik analisis data menggunakan uji prasyarat normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis menggunakan analisis statistik Uji-t Berpasangan (Paired Sample t-Test) berbantuan SPSS 20. Hasil penelitian kelompok putra menunjukkan nilai rata-rata pre-test sebesar 15,65 detik menurun (lebih cepat) pada post-test menjadi 14,92 detik, dengan nilai t-hitung 19,187 > t_tabel 2,201 dan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 (persentase peningkatan 4,66%). Sementara kelompok putri menunjukkan nilai rata-rata pre-test sebesar 17,96 detik menurun pada post-test menjadi 17,26 detik, dengan nilai _hitung 7,225 > t_tabel 4,303 dan nilai signifikansi 0,013 < 0,05 (persentase peningkatan 3,90%). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan variasi uphill running terhadap kecepatan lari sprint 100 meter siswa putra maupun putri ekstrakurikuler atletik SMP N 2 Koto Baru
Copyrights © 2026