Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana wisatawan domestik membangun persepsi mereka tentang Pengalaman Wisata Berkesan (Memorable Tourism Experience/MTE) di Warung Kopi Klotok, Yogyakarta. Di tengah tren pergeseran menuju ekonomi berbasis pengalaman, Kopi Klotok telah muncul sebagai daya tarik wisata fenomenologis unik yang tidak hanya menjual makanan tradisional, tetapi juga memproyeksikan "fenomena magis" yang berakar kuat dalam otentisitas pedesaan Jawa. Dengan menggunakan Teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann (Eksternalisasi, Objektifikasi, dan Internalisasi), studi kualitatif ini mengeksplorasi bagaimana wisatawan menginternalisasi elemen sensorik dari lingkungan fisik situs (servicescape/foodscape) dan bagaimana Word-of-Mouth digital (e-WOM) memperkuat ekspektasi awal mereka. Temuan menunjukkan bahwa keterikatan yang kuat terhadap tempat (place attachment) dan identitas tempat yang khas diciptakan bersama melalui pengalaman multisensori, termasuk estetika arsitektur warisan Jawa, aroma masakan tradisional yang dimasak dengan kayu bakar, dan interaksi makan bersama, yang secara kolektif mengatasi ketidakpuasan operasional negatif seperti antrean panjang dan kepadatan pengunjung yang berlebihan.
Copyrights © 2026