Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek krusial bagi nelayan, mengingat tingginya risiko kecelakaan dan bahaya di laut. Nelayan di Kelurahan Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak, Surabaya, umumnya masih mengandalkan pengetahuan tradisional dan minim akses terhadap informasi K3 yang terstruktur dan cepat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk menguatkan budaya K3 di kalangan nelayan melalui pendekatan inovatif berbasis teknologi. Metode yang digunakan adalah edukasi interaktif dan pendampingan implementasi Aplikasi Siaga Bahaya Laut (Sibala). Aplikasi Sibala dirancang untuk menyediakan informasi tentang kondisi cuaca secara real time, jenis Alat Pelindung Diri (APD) nelayan, prosedur penanganan luka akibat kecelakaan kerja dan kontak darurat. Hasil evaluasi signifikan dengan rata-rata nilai pengetahuan meningkat dari 55 menjadi 83 poin. Peningkatan pemahaman terjadi pada materi K3 dan risiko di laut (26%), jenis dan fungsi APD (28%), serta cara pertolongan pertama kecelakaan di laut (25%). Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah implementasi aplikasi Sibala terbukti dapat menjadi media yang efektif dalam meningkatkan pemahaman tentang informasi K3, sekaligus membentuk perilaku preventif yang lebih baik yang berkelanjutan dan terintegrasi dalam aktivitas melaut sehari-hari
Copyrights © 2026