Fenomena misoginis dan standar kecantikan yang tidak realistis kerap memojokkan perempuan dalam tatanan budaya patriarki, sebuah realitas yang terekam dalam karya sastra populer. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi konsep misoginis dalam narasi dan dialog tokoh, serta menganalisis bagaimana standar kecantikan berfungsi memperkuat atau menantang konsep tersebut dalam novel Imperfect karya Meira Anastasia. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan kritik sastra feminis yang mengacu pada teori misoginis Kate Manne. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik studi dokumen dengan pembacaan intensif, kemudian dianalisis secara interpretatif untuk melihat manifestasi logika misoginis dalam teks. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa komentar negatif dan tekanan sosial terkait fisik dalam novel bukan sekadar hinaan personal, melainkan alat kontrol sistemik patriarki untuk menghukum perempuan yang tidak memenuhi ekspektasi ideal. Meskipun standar kecantikan awalnya digambarkan sebagai alat penindasan, narasi novel pada akhirnya menawarkan wacana perlawanan melalui proses penerimaan diri tokoh utama. Simpulannya, novel ini merepresentasikan kritik terhadap sistem misoginis sekaligus menegaskan bahwa nilai perempuan tidak semata ditentukan oleh kepatuhan terhadap standar fisik eksternal.
Copyrights © 2026