Merokok merupakan perilaku yang umumnya dimulai pada usia remaja dan dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk cara orang tua membesarkan dan mengawasi anak. Fasilitas komunikasi yang rendah dalam keluarga serta kurangnya pengawasan dapat meningkatkan risiko remaja untuk mulai merokok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku merokok pada remaja laki-laki. Penelitian ini menggunakan desain pendekatan cross sectional. Sampel dipilih dengan cara stratified random sampling dan diperoleh 134 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai pola asuh dan perilaku merokok kemudian analisis dilakukan dengan menggunakan uji rank sperman pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pola asuh adalah demokratis, yaitu sebanyak 114 orang (85,1%) sementara perilaku merokok ringan terdapat pada 97 orang (72,4%). Uji statistik menunjukkan ada hubungan signifikan antara pola asuh dan perilaku merokok dengan nilai korelasi 0,235 dan p = 0,006 (p < 0,05). Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perilaku merokok remaja laki-laki meskipun tingkat hubungannya rendah. Temuan ini menegaskan cara orang tua membesarkan sangat berpengaruh terhadap perilaku merokok pada remaja laki-laki. Hal ini diperlukan upaya peningkatan edukasi terkait bahaya merokok melalui penyuluhan dan dukungan program sekolah.
Copyrights © 2026